Kompas.com - 18/03/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/PALSANDIlustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

KOMPAS.com - Program vaksinasi Covid-19 telah dijalankan di Indonesia sejak Januri 2021.

Hingga saat ini, sekitar 40 juta dosis vaksin Covid-19 telah masuk ke Indonesia, baik dalam bentuk dosis maupun dalam bentuk bulk atau bahan baku.

Dengan jumlah dosis sebanyak itu, diharapkan proses vaksinasi Covid-19 dapat berjalan lancar, terlebih lagi dengan bertambhanya lokasi vaksinasi dan adanya vaksinasi drive thru yang melibatkan swasta.

Melihat hal tersebut, Profesor Sri Rezeki Hadinegoro, ahli vaksin pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menilai, program vaksinasi Covid-19 di Indonesia yang dijalankan pemerintah sudah berjalan baik, dengan akses dan sarana yang bagus.

Baca juga: Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Perbedaan Vaksin AstraZeneca Vs Sinovac

“Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, pogram vaksinasi Covid-19 sudah berjalan lancar. Pemda-pemda juga sudah menjalankan dengan baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (18/3/2021).

Sayangnya, menurut Sri Rezeki, masih banyak masyarakat yang belum berinisiatif dan memilih menunggu panggilan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, saat ini tersedia jalur vaksinasi dengan pendaftaran, termasuk untuk orang lanjut usia (lansia).

Sri Rezeki mengingatkan, munculnya berbagai varian baru virus corona yang ditemukan di Indonesia dan adanya isu penggumpalan darah bukan alasan untuk menunda-nunda mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Apalagi, munculnya varian baru virus corona wajar terjadi, karena semua virus pasti akan bermutasi.

Selain itu, menurut Sri Rezeki dampak varian baru virus corona terhadap efek vaksin Covid-19 baru akan diketahui dalam jangka panjang.

Demikian pula dengan adanya penangguhan sementara penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca terkait isu penggumpalan darah.

Dijelaskan Sri Rezeki, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini sudah menyatakan aman. Kecuali, penggumpalan darah yang kerap terjadi pada orang lanjut usia (lansia) dan penderita penyakit komorbid, seperti penyakit jantung, diabetes dan hiperkolesterol.

“Tidak divaksin saja, penderita berisiko mengalami penggumpalan darah. Vaksin apa saja (bukan hanya vaksin Covid-19) juga punya risiko tromboemboli,” ujarnya.

Angka kasus penggumpalan akibat vaksin Covid-19 juga terbilang sedikit, sekitar 1%. Perlu khawatir, jika kasus penggumpalan darah meningkat 2 kali setelah divaksinasi.

Sementara itu dokter Made Cock Wirawan, dokter umum yang berpraktik di Rumah Sakit Angkatan Darat Denpasar, Bali, meski mengakui vaksinasi Covid-19 yang dijalankan pemerintah sudah berjalan baik, menurutnya vaksinasi Covid-19 ini masih jauh dari harapan, karena jumlah vaksin yang digunakan masih terbatas.

Selain itu, proses vaksinasi juga relatif lambat bila dibandingkan dengan besaran sasaran yang ingin dicapai dan kecepatan yang diharapkan.

Ia menekankan perlunya percepatan vaksin Covid-19 untuk mencapai herd immunity, karena lama kekebalan yag ditimbulkan oleh vaksin belum diketahui.

Baca juga: Mengenal 4 Varian Baru Virus Corona dan Bagaimana Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawannya

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.