Kompas.com - 10/03/2021, 10:05 WIB
Ilustrasi mutasi virus corona Brasil. Dalam suatu studi, ilmuwan menemukan varian baru virus corona Brasil lebih menular dan dapat meningkatkan risiko infeksi ulang Covid-19. Saat ini, varian virus P.1 itu telah muncul di Inggris. SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIAIlustrasi mutasi virus corona Brasil. Dalam suatu studi, ilmuwan menemukan varian baru virus corona Brasil lebih menular dan dapat meningkatkan risiko infeksi ulang Covid-19. Saat ini, varian virus P.1 itu telah muncul di Inggris.

KOMPAS.com - Virus corona SARS-CoV-2 terbukti terus melakukan mutasi. Kebanyakan mutasinya tidak dianggap penting. Tapi ada beberapa varian virus corona mutasi yang membuat para penanggung jawab penanggulangan pandemi dan para ilmuwan cemas.

Sebelumnya ada tiga varian virus mutasi corona yang diketahui menular sangat cepat bahkan sebagian memicu gejala sakit berat Covid-19, yakni varian mutasi Inggris B.1.1.7, varian B.1.351 Afrika Selatan, dan varian mutasi Brasil P.1.

Ketiga varian virus corona ini bahkan ditakutkan membuat efek vaksinasi berkurang.

Varian virus corona mutasi teranyar yang membuat para pakar dan penanggung jawab kesehatan makin khawatir adalah yang muncul di Amerika Serikat.

Tidak tanggung-tanggung dua varian mutasi muncul, yakni varian New York yang disebut tipe B 1.526 serta varian California yang disebut tipe B.1.429 dan B.1.427.

Baca juga: Varian Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Vaksin Masih Efektif

Menyebar sangat cepat?

Varian mutasi corona New York ditemukan bulan November 2020, mirip dengan varian virus corona mutasi Afrika Selatan B 1.351.

Sampai pertengahan bulan Februari lalu tercatat 12 persen semua sequencing sampel kasus di New York terinfeksi varian mutasi ini.

Sejauh ini belum diketahui, apakah varian New York betul-betul lebih menular dan lebih berbahaya? Juga belum diketahui, apakah virus mutasi ini menurunkan keampuhkan vaksin yang sudah berizin?

Sementara varian mutasi California B.1.427 dan B.1.429 yang ditemukan Juli 2020 dari data yang dihimpun tidak menyebar secepat varian Inggris B.1.1.7. Namun memicu beban virus dua kali lipat dari varian Wuhan.

Varian mutasi California dilaporkan ditemukan pada 25 persen sampel sequencing gen. Juga disebutkan, ada efek mengurangi keampuhan vaksin yang saat ini sudah eksis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X