Nikmati Selagi Bisa, Tingkat Oksigen di Bumi Turun Drastis 1 Miliar Tahun Lagi

Kompas.com - 09/03/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi sejarah kehidupan di Bumi, terbentuknya oksigen di planet ini. SHUTTERSTOCK/Jose L. StephensIlustrasi sejarah kehidupan di Bumi, terbentuknya oksigen di planet ini.

KOMPAS.com - Oksigen menjadi satu syarat mutlak bagi organisme besar dan kompleks, seperti manusia untuk bertahan hidup. Tapi siapa sangka keberadaan oksigen ternyata tak bersifat permanen.

Peneliti Kazumi Ozaki dari Toho University di Funabashi, Jepang dan Chris Reinhard dari Georgia Institute of Technology di Atlanta menyebut ketika waktunya tiba, tingkat oksigen di Bumi menjadi makin rendah, kembali ke kondisi awal Bumi.

Baca juga: Terobosan Canggih, Ilmuwan Temukan Cara Bikin Oksigen di Mars

Mengutip New Scientist, Senin (8/3/2021) peneliti membuat sistem iklim, biologi dan geologi Bumi untuk memprediksi bagaimana kondisi oksigen di atmosfer Bumi akan berubah.

Peneliti menyebut bahwa atmosfer bumi akan mempertahankan tingkat oksigen yang tinggi selama satu miliar tahun ke depan sebelum akhirnya secara drastis kembali ke tingkat rendah seperti kondisi awal Bumi yang dikenal sebagai Peristiwa Oksidasi Besar sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu.

"Kami menemukan, bahwa atmosfer beroksigen di Bumi tak akan menjadi fitur permanen," kata Ozaki.

Salah satu alasan utama yang menyebabkan turunnya tingkat oksigen itu adalah pertambahan usia matahari.

Seiring usia, matahari akan menjadi lebih panas dan melepaskan lebih banyak energi. Para peneliti menghitung, hal tersebut akan menyebabkan penurunan jumlah karbondioksida di atmosfer karena CO2 menyerap panas dan kemudian rusak.

Sehingga peneliti memperkirakan bahwa dalam satu miliar tahun tingkat karbon dioksida akan menjadi sangat rendah sehingga organisme fotosintesis tak dapat bertahan hidup dan menghasilkan oksigen.

Kepunahan massal organisme fotosintetik ini akan menjadi penyebab utama penurunan oksigen yang sangat besar.

"Penurunan oksigen sangat, sangat ekstrim," kata Reinhard.

Para peneliti juga memperkirakan akan ada peningkatan metana secara bersamaan ke level 10.000 kali lipat jumlah di atmosfer saat ini.

Dan begitu perubahan atmosfer bumi mulai terjadi, itu akan diikuti dengan perubahan lainnya.

Baca juga: Penjelajah Mars Milik NASA Dilengkapi Alat Pengubah CO2 Menjadi Oksigen

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.