Kompas.com - 08/03/2021, 18:03 WIB
Ilustrasi vaksinasi pada lansia SHUTTERSTOCK/BaLL LunLaIlustrasi vaksinasi pada lansia

KOMPAS.com - Ketua Tim Vaksinasi Covid-19 Penguru Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof Dr dr Iris Rengganis SpPD-KAI FINASIM mengatakan, pentingnya kelompok masyarakat golongan usia lanjut (lansia) untuk segera mendapatkan  vaksinasi.

"Keseriusan Covid-19 dikuatkan fakta bahwa tingkat kematian, atau risiko kematian tertinggi terjadi pada pasien lansia, sehingga sangat penting agar kelompok ini segera mendapatkan vaksin," kata Prof Iris dalam diskusi daring bertajuk Health Talk Entrasol: Kupas Tuntas Nutrisi dan Vaksin Covid-19 untuk Lansia, Minggu (7/3/2021).

Berikut ini lima alasan masyarakat lansia di Indonesia, tak perlu ragu menerima vaksinasi Covid-19:

1. Angka kematian Covid-19 kelompok lansia tinggi

Sebagai informasi, Gugus Tugas Indonesia menyebutkan, 10,7 persen kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menyerang kalangan lansia di atas 60 tahun, bahkan kelompok usia ini mencatat 48,8 persen kasus meninggal dunia akibat Covid-19.

Hal ini membuat kasus pasien meninggal dunia akibat Covid-19 pada kelompok lansia adalah yang terbesar dibandingkan kelompok lainnya.

Dari total 37.154 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia hingga tanggal 6 Maret 2021, sebanyak 18.131 diantaranya adalah lansia.

Berdasarkan catatan jumlah kematian lansia akibat Covid-19, maka Prof Iris mengingatkan agar masyarakat terutama kelompok usia di atas 60 tahun tidak menolak ataupun tidak ragu lagi jika diberikan jatah vaksinasi Covid-19.

"Seharusnya, tidak perlu ada keraguan untuk menerima vaksinasi yang memang telah tersedia untuk warga lansia, kecuali mereka yang saat ini sedang sakit atau jika mereka pernah menderita Covid-19 sebelumnya, atau memang tidak bisa menerima vaksin karena kondisi medis," ujarnya.

Baca juga: Angka Kematian Tinggi, BPOM Izinkan Penggunaan Vaksin CoronaVac untuk Lansia

2. Sudah lulus uji klinik

Program vaksinasi Covid-19 bagi kategori lansia di atas 60 tahun dimulai pemerintah sejak 8 Februari 2021 lalu.

Program vaksinasi bisa dilakukan di fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit miliki pemerintah dan swasta.

Tercatat saat ini, jumlah seluruh lansia di Indonesia sebanyak 28,7 juta jiwa atau 10,6 persen dari jumlah penduduk.

Namun, hanya 21,5 juta jiwa yang ditargetkan menerima vaksinasi sepanjang program vaksinasi Covid-19 untuk lansia.

Vaksinasi bagi lansia ini merupakan tindak lanjut dari dikeluarkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap vaksin tersebut.

"Vaksin yang disediakan pemerintah telah melewati serangkaian uji klinis yang ketat dan menunjukkan, bahwa vaksin ini aman untuk kelompok usia 60 tahun ke atas," jelasnya.

3. Tidak ada efek samping serius

Lebih lanjut Prof Iris mengungkap, alasan berikutnya kenapa masyarakat kelompok lansia tidak perlu takut untuk divaksinasi Covid-19 adalah, karena tak ada efek samping yang perlu dikhawatirkan.

"Tidak ada efek samping serius maupun kematian yang dilaporkan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya.

Menurut dia, efek samping dari vaksin Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin lainnya. Efek samping yang terjadi hanyalah bersifat kategori ringan hingga sedang.

Efek lokal bisa terjadi seperti kemerahan, bengkak, nyeri di daerah suntikan.

Sementara, efek sistemik bisa berupa demam, sakit kepala, pusing, mual, muntah dan diare.

"Tapi itu, efek samping vaksinasi biasa juga begitu. Kecuali, sudah mengalami efek samping itu berhari-hari setelahnya (disuntik vaksin Covid-19) maka harus segera lapor," tuturnya.

Baca juga: Kisah Lansia yang Dapat Vaksin Covid-19, Bagaimana Keamanannya?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X