Kompas.com - 08/03/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi diet rendah karbohidrat armano777Ilustrasi diet rendah karbohidrat

KOMPAS.com - Ada begitu banyak pilihan diet untuk menurunkan berat badan. Salah satunya, diet rendah kalori, yang dianggap bisa menurunkan berat badan dengan cepat.

Saat Anda menjalani diet rendah kalori, biasanya asupan dalam sehari hanya 800 dan 1.500 kalori sehari.

Bahkan, sebagian orang menerapkan diet sangat rendah kalori, di mana asupan kalori harian kurang dari 800 kalori.

Masalahnya, tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan fungsi organ-organnya dengan baik, seperti pencernaan, pernapasan, dan pemompaan darah, bersama dengan aktivitas yang Anda lakukan sepanjang hari.

Baca juga: 3 Tren Diet Tak Sehat yang Harus Dihindari Menurut Ahli

Bahkan, resting metabolic rate (jumlah energi yang digunakan tubuh Anda saat istirahat) merupakan mayoritas dari total pengeluaran energi Anda.

Sehingga, sangat penting untuk mengonsumsi cukup energi dari makanan, agar tubuh Anda berfungsi normal.

Sebenarnya, seberapa efektifkah diet sangat rendah kalori?

Jika Anda memiliki BMI lebih dari 30, yang mana masuk dalam kategori obesitas, maka diet sangat rendah kalori dapat membuat Anda kehilangan sekitar 1,5 hingga 2,5 kilogram per minggu, dengan rata-rata total penurunan berat badan sebesar 20 kilogram selama 12 minggu.

Menurunkan berat badan sebanyak itu memang dapat memperbaiki kondisi medis terkait berat badan, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Namun dalam jangka panjang, diet sangat rendah kalori tidak lebih efektif daripada diet yang lebih sederhana.

Setelah Anda melakukan diet, Anda perlu mengubah gaya hidup dan berkomitmen untuk makan sehat serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Apakah Diet Sangat Rendah Kalori Aman?

Diet rendah kalori atau sangat rendah kalori tidak efektif pada semua orang. Bicarakan dengan dokter Anda lebih dulu untuk mengetahui apakah jenis diet ini sesuai untuk Anda.

Jika BMI Anda lebih dari 30, diet sangat rendah kalori umumnya aman, jika diterapkan di bawah pengawasan medis yang tepat.

Sementara untuk orang yang kelebihan berat badan tetapi tidak obesitas (BMI 27-30), diet sangat rendah kalori sebaiknya direkomendasikan, jika memiliki masalah medis terkait berat badan dan berada di bawah pengawasan medis.

Diet sangat rendah kalori tidak direkomendasikan untuk wanita hamil atau menyusui, dan tidak sesuai untuk anak-anak atau remaja, kecuali dalam program perawatan khusus.

Diet ini juga tidak disarankan untuk orang yang berusia di atas 50 tahun, dilihat pada potensi kebutuhan obat untuk kondisi yang sudah ada sebelumnya, serta kemungkinan efek samping.

Baca juga: Benarkah Diet Ekstrem Bikin Kita Rentan Terinfeksi Covid-19? Ini Kata Ahli

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Oh Begitu
Manfaat Tertawa untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Bakar Kalori

Manfaat Tertawa untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Bakar Kalori

Kita
[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

Oh Begitu
Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Kita
Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Oh Begitu
Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Oh Begitu
Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Oh Begitu
6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
komentar
Close Ads X