Kompas.com - 05/03/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi Purgatorius mckeeveri, primata paling awal yang diketahui.
live scienceIlustrasi Purgatorius mckeeveri, primata paling awal yang diketahui.

KOMPAS.com - Siapa sangka kalau nenek moyang manusia ternyata hidup berdampingan dengan dinosaurus.

Hal tersebut terungkap setelah peneliti berhasil mengidentifikasi fosil primata paling awal yang dikenal sebagai plesiadapiforms, nenek moyang dari semua primata modern, termasuk manusia.

Fosil berupa gigi purba kecil-hanya sekitar 2 milimeter panjangnya- itu ditemukan di Fort Union Formation di timur laut Montana pada 1980-an. Namun peneliti baru berhasil mengidentifikasinya secara resmi dalam studi baru.

Baca juga: Bukan Asteroid, Ini Lho Teori Baru Penyebab Punahnya Dinosaurus

Seperti dikutip dari Live Science, Jumat (5/3/2021), peneliti memperkirakan usia fosil tersebut antara 105.000 dan 139.000 setelah peristiwa kepunahan.

Tetapi mahluk itu kemungkinan besar berevolusi dari nenek moyang primata yang hidup berdampingan dengan dinosaurus.

"Ini adalah garis keturunan kami. Jadi itu memiliki arti khusus dan untuk dipikirkan. Nenek moyang primata di Montana ini cukup mencengangkan bagi saya," kata Gregory Wilson Mantilla, profesor di Departemen Biologi di University of Washington dan kurator paleontologi vertebrata di Burke Museum of Natural History and Culture.

Dalam studinya, tim peneliti menganalisis gigi kecil dengan CT scan serta menggunakan sinar x untuk membuat gambar 3D bagian tubuh.

Hasilnya, dua gigi berasal dari spesies Purgatorius janisae dan tiga gigi lainnya ditetapkan spesies baru bernama Purgatorius mckeeveri.

Pada gigi P. mckeeveri telah menggembung dan membulat yang cocok untuk menghancurkan buah.

Sedangkan gigi P. janisae yang lebih tajam, lebih baik untuk memakan serangga. Namun, kedua spesies itu terkait dan kemungkinan terlihat sangat mirip, bahkan mungkin tidak dapat dibedakan.

Menariknya nenek moyang manusia ternyata hanya seukuran tikus.

"Mereka mungkin terlihat seperti tupai. Mereka memiliki moncong yang lebih panjang dibandingkan dengan primata bermuka pendek modern. Mata juga berada di sisi kepala karena mereka lebih mengandalkan indra penciuman," papar Mantilla.

Baca juga: Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi: Varian Virus Corona Afrika Selatan Terobos Pertahanan Vaksin Pfizer

Studi: Varian Virus Corona Afrika Selatan Terobos Pertahanan Vaksin Pfizer

Fenomena
[POPULER SAINS] Gempa Susulan Malang Kemarin Pagi | Alasan Gorila Menepuk Dada

[POPULER SAINS] Gempa Susulan Malang Kemarin Pagi | Alasan Gorila Menepuk Dada

Oh Begitu
Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
komentar
Close Ads X