Kompas.com - 04/03/2021, 17:03 WIB
Foto udara kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/2/2021). Pemda telah mempersiapkan tambahan lahan pemakaman untuk jenazah pasien COVID-19 seluas satu hektar dikarenakan kondisi TPU Punggolaka yang hampir penuh. ANTARA FOTO/Jojon/rwa. ANTARA FOTO/JOJONFoto udara kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (10/2/2021). Pemda telah mempersiapkan tambahan lahan pemakaman untuk jenazah pasien COVID-19 seluas satu hektar dikarenakan kondisi TPU Punggolaka yang hampir penuh. ANTARA FOTO/Jojon/rwa.

KOMPAS.com - Studi terbaru menunjukkan, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 lebih mudah menempel ke sel saluran pernapasan orang yang memiliki golongan darah A, dibanding golongan darah B dan O.

Temuan ini mungkin dapat menjelaskan riset yang menunjukkan selama pandemi pasien Covid-19 dengan golongan darah A lebih banyak dan mengembangkan gejala yang lebih parah dibanding golongan darah lain.

Eksperimen laboratorium mengungkapkan, bagian dari virus corona yang disebut "domain pengikat reseptor" (RBD) yang berfungsi mengikat sel untuk memicu infeksi secara langsung, juga menangkap molekul unik yang terkait golongan darah A.

Menurut penelitian yang terbit di jurnal Blood Advances, 3 Maret 2021, molekul-molekul yang dikenal sebagai antigen ini, muncul di sel-sel yang melapisi saluran pernapasan, termasuk paru-paru.

Baca juga: 4 Varian Baru Virus Corona yang Mengkhawatirkan, Salah Satunya B.1.1.7

Secara teori, antigen mengikat struktur yang dapat membantu virus corona masuk dan menginfeksi sel-sel saluran napas dengan lebih mudah.

"Namun, kami belum tahu pasti, apakah ini benar-benar memengaruhi kemampuan virus masuk ke dalam sel atau apakah virus hanya memengaruhi kemampuannya melekat pada sel," kata penulis studi dr. Sean Stowell, seorang ilmuwan sekaligus dokter pengobatan transfusi dilansir Live Science, Kamis (8/3/2021).

Dengan kata lain, data tersebut memberikah hubungan fisik pertama antara virus corona dengan golongan darah A.

Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan perbedaan perilaku yang memengaruhi infeksi.

Golongan darah dan Covid-19

Sejak awal pandemi, sejumlah riset mengungkap tren golongan darah yang tampaknya paling banyak terinfeksi Covid-19.

"Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara golongan darah dan kecenderungan infeksi SARS-CoV-2," kata dr Torben Barington, ahli imunologi klinis di Rumah Sakit Universitas Odense dan Universitas Denmark Selatan, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Secara khusus, riset menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah tertular Covid-19, dibandingkan yang bukan golongan darah O.

Beberapa penelitian juga menemukan, orang dengan golongan darah A lebih mungkin mengembangkan gejala parah dan sulit bernapas saat terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

"Ada beberapa hipotesis terkait hubungan ini. Kami belum bisa menyimpulkan dan masih perlu mempelajari mekanisme sebenarnya," kata Barington kepada Live Science.

Tenaga kesehatan menjemur sepatu APD usai dicuci di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Hingga satu tahun berselang, pada 1 Maret 2021, pemerintah mencatat ada 1.341.314 kasus positif COVID-19 di Indonesia sejak pengumuman kasus pertama. Dari jumlah kasus tersebut, 1.151.915 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh sementara 36.325 orang lainnya meninggal dunia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Tenaga kesehatan menjemur sepatu APD usai dicuci di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (2/3/2021). Hingga satu tahun berselang, pada 1 Maret 2021, pemerintah mencatat ada 1.341.314 kasus positif COVID-19 di Indonesia sejak pengumuman kasus pertama. Dari jumlah kasus tersebut, 1.151.915 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh sementara 36.325 orang lainnya meninggal dunia. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Hipotesis

Studi baru ini mencoba menjelaskan kenapa orang dengan golongan darah A lebih mudah terinfeksi virus corona dibanding golongan darah O.

Stowell mengatakan bahwa dia dan koleganya ingin tahu hubungan antara golongan darah dan Covid-19. Mereka benar-benar mendapat inspirasi untuk studi ini saat mengembangkan tes diagnostik untuk Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X