Kompas.com - 02/03/2021, 18:45 WIB
k160-19 02032021 Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Beruntun Sejauh 5.000 Meter HENDRI SETIAWANk160-19 02032021 Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Beruntun Sejauh 5.000 Meter

KOMPAS.com - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara memuntahkan awan panas guguran pada Selasa (2/3/2021) pagi).

Berikut beberapa fakta terkait peristiwa erupsi semburan awan panas Gunung Sinabung hari ini.

1. Semburkan 13 awan panas guguran

Erupsi yang terjadi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara telah menyemburkan 13 awan panas guguran (pyroclastic flow) pada Selasa (2/3/2021).

Tepatnya kejadian erupsi semburan awan panas Gunung Sinabung ini telah terjadi antara pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Nia Haerani mengatakan, aktivitas guguran awan panas sudah mulai muncul pada pukul 06.42 WIB.

"Hingga pukul 08:20 WIB telah terjadi 13 kali kejadian awan panas guguran," ungkap Nia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Gunung Sinabung Meletus Lagi, PVMBG Imbau Hindari Aktivitas Radius 5 Km

2. Tinggi kolom abu capai 5.000 meter

Berdasarkan keterangan resmi Magma Indonesia dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG), awan panas guguran Gunung Sinabung hari ini terjadi sejak pukul 07.11 WIB.

Awan panas guguran ini meluncur dengan jarak kurang lebih 4.500 meter ke arah timur tenggara. Sedangkan, tinggi kolom abu vulkanik diketahui mencapai 5.000 meter.

Dari catatan pengamatan Gunung Api Sinabung, PVMBG menyebutkan kegempaan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimal 120 mm dan durasi 243 detik.

3. Berstatus Level III Siaga

Nia mengatakan, aktivitas gunung ini memang meningkat sejak pagi tadi, ditandai dengan awan panas guguran, akan tetapi aktivitas sejenis dilaporkan telah berhenti.

Berdasarkan pemantauan visual dan kegempaan hingga pukul 09.00 WIB, sudah tidak ada indikasi terjadinya peningkatan potensi ancaman bahaya. 

"Saat ini sudah reda ya, tadi awan panas guguran terakhir sekitar pukul 08.36 WIB," kata Nia.

Kendati demikian, Gunung Sinabung, Sumatera Utara saat ini dinyatakan berada pada level III Siaga.

Baca juga: Fluktuasi Letusan dan Meneropong Isi Tubuh Gunung Sinabung

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Kita
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Ahli Ingatkan Prokes Ketat dan Guru Harus Sudah Divaksin

Oh Begitu
Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Pria yang Terinfeksi Covid-19 Berisiko Enam Kali Lebih Tinggi Alami Difungsi Ereksi

Oh Begitu
Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Fitur Mode Gelap pada Smartphone Disebut Baik untuk Kesehatan Mata, Benarkah?

Kita
Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Mesir Temukan Kota Emas yang Hilang, Warisan Firaun 3.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter hingga 13 April

Oh Begitu
5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

5 Olahraga untuk Wanita 40 Tahun Ke Atas, Agar Tetap Sehat dan Bugar

Kita
Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Mengapa Gorila Sering Pukul Dada Sendiri, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

[POPULER SAINS] Gempa M 6,7 Malang yang Terasa Hingga Yogyakarta dan Bali | Pewarna Biru Alami Ditemukan

Oh Begitu
M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

M 5,5 Guncang Malang Terasa Hingga Yogyakarta, Gempa Susulan Ke-8

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,5 Guncang Malang Hari Ini Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
komentar
Close Ads X