Kompas.com - 02/03/2021, 11:03 WIB
Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). Klaster perkantoran penularan Covid-19 di Jakarta kini menjadi sorotan. Data resmi hingga Selasa (28/7/2020) kemarin, ada 440 karyawan di 68 perkantoran di Ibu Kota yang terinfeksi virus corona.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, jumlah infeksi virus corona global meningkat untuk pertama kalinya dalam tujuh minggu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah pengarahan di Jenewa bahwa peningkatan kasus ini mengecewakan tapi tidak mengherankan.

Tedros menambahkan, tren peningkatan kasus Covid-19 terjadi di banyak negara di dunia selain Afrika dan kawasan Pasifik Barat.

"Kenaikan kasus tampaknya terjadi karena penerapan protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat longgar, kemudian muncul varian baru, dan orang-orang lengah (dengan Covid-19)," kata Tedros seperti dilansir Aljazeera, Selasa (2/3/2021).

Baca juga: Kilas Balik Setahun Covid-19 di Indonesia, Pengumuman hingga Vaksinasi

Sementara itu, Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis untuk Covid-19 WHO menggambarkan peningkatan tersebut sebagai peringatan keras untuk kita semua.

"Kita tidak bisa membiarkan vrius ini," kata Kerkhove yang juga seorang epidemiolog penyakit menular berkebangsaan AS.

Sejauh ini, ada lebih dari 114 juta kasus virus corona yang dikonfirmasi, termasuk sekitar 2,5 juta kematian terkait dan 64,5 juta pemulihan, menurut data oleh Universitas Johns Hopkins.

Sementara itu, Tedros mengatakan masih terlalu dini bagi pemerintah untuk hanya mengandalkan program vaksinasi dan meninggalkan protokol kesehatan untuk memerangi Covid-19.

“Jika negara hanya mengandalkan vaksin, mereka membuat kesalahan. Langkah-langkah protokol kesehatan harus tetap menjadi dasar respons untuk mencegah Covid-19," kata Tedros.

Di sisi lain, Tedros mengaku gembira karena dosis vaksin untuk tenaga medis di negara-negara miskin akhirnya diberikan, termasuk di negara-negara Afrika Barat seperti Ghana dan Pantai Gading.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X