Kuburan Peliharaan Tertua di Dunia Ada di Mesir, Ada 600 Kerangka Kucing dan Anjing

Kompas.com - 01/03/2021, 20:02 WIB
Kuburan hewan peliharaan tertua di dunia. Gerabah melindungi seekor anjing yang dikuburkan di Berenice, Mesir. SCIENCEMAG/M. Osypinska Kuburan hewan peliharaan tertua di dunia. Gerabah melindungi seekor anjing yang dikuburkan di Berenice, Mesir.


KOMPAS.com- Arkeolog berhasil menemukan kuburan peliharaan tertua di dunia. Kuburan berusia 2000 tahun lalu itu berisi kerangka kucing dan anjing yang berlokasi di pelabuhan Romawi kuno Berenice, Mesir.

Sebenarnya situs tersebut telah ditemukan 10 tahun yang lalu, tetapi peneliti saat itu belum mengetahui pasti tujuan pasti di balik situs itu.

Kini setelah dilakukan penggalian terperinci, arkeolog menemukan bukti 600 kucing dan anjing dikuburkan di situs Berenice.

Namun tak hanya itu saja, ahli juga mengungkapkan jika hewan-hewan yang dikuburkan merupakan hewan peliharaan yang berharga. 

Banyak kerangka anjing dan kucing yang dibaringkan menggunakan kerah atau hiasan lainnya.

Baca juga: Es Antartika Meleleh, Kuburan Penguin Berusia 5.000 Tahun Terungkap

 

Temuan kuburan itu pun menunjukkan jika konsep hewan peliharaan tak asing di dunia kuno, sekaligus menjadikannya sebagai kuburan peliharaan tertua yang pernah diketahui.

"Saya tak pernah menemukan kuburan seperti ini. Gagasan tentang hewan peliharaan sebagai bagian dari keluarga sulit dipahami di zaman kuno tetapi saya pikir mereka adalah keluarga di sini," ungkap Michael MacKinnon, ahli kebun di Universitas Winnipeg yang tak terlibat dalam penelitian ini.

Seperti dikutip dari Science Mag, Senin (1/3/2021) arkeozoolog Marta Osypinska bersama rekan-rekannya di Polish Academy of Sciences, Polandia menemukan kuburan tersebut di bawah pembuangan sampah Romawi pada 2011.

Kuburan hewan peliharaan tersebut tampaknya telah digunakan antara abad pertama dan kedua Masehi, ketika Berenice, Mesir masih menjadi pelabuhan Romawi yang ramai, memperdagangkan gading, kain, dan barang mewah lainnya dari India, Arab, dan Eropa.

Baca juga: Arkeolog Temukan Kuburan Viking Kuno di Norwegia

Halaman:


Sumber Sciencemag
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ilmuwan: Kawasan Keanekaragaman Hayati Dipastikan Hancur akibat Perubahan Iklim

Ilmuwan: Kawasan Keanekaragaman Hayati Dipastikan Hancur akibat Perubahan Iklim

Oh Begitu
Awal Ramadhan Selasa 13 April 2021, Bagaimana Ahli Tentukan Posisi Hilal?

Awal Ramadhan Selasa 13 April 2021, Bagaimana Ahli Tentukan Posisi Hilal?

Fenomena
4 Faktor Penting dalam Pemantauan Hilal, Penentu Awal Ramadhan

4 Faktor Penting dalam Pemantauan Hilal, Penentu Awal Ramadhan

Oh Begitu
5 Fakta Perjalanan Kosmonot Yuri Gagarin, Manusia Pertama di Luar Angkasa

5 Fakta Perjalanan Kosmonot Yuri Gagarin, Manusia Pertama di Luar Angkasa

Fenomena
Atta Halilintar Mau 15 Anak dari Aurel Hermansyah, Apa Dampak Hamil Anak Banyak?

Atta Halilintar Mau 15 Anak dari Aurel Hermansyah, Apa Dampak Hamil Anak Banyak?

Oh Begitu
Selain Hilal, Solar Bulan dan Tripel Konjungsi Hiasi Langit Indonesia Hari Ini

Selain Hilal, Solar Bulan dan Tripel Konjungsi Hiasi Langit Indonesia Hari Ini

Fenomena
Porsi Makan dan Gizi yang Baik saat Puasa, dari Karbohidrat hingga Protein

Porsi Makan dan Gizi yang Baik saat Puasa, dari Karbohidrat hingga Protein

Oh Begitu
Hari Ini 60 Tahun Lalu, Manusia Berhasil Capai Luar Angkasa untuk Pertama Kalinya

Hari Ini 60 Tahun Lalu, Manusia Berhasil Capai Luar Angkasa untuk Pertama Kalinya

Oh Begitu
Ada Jamur di Paru-paru? Ilmuwan Sebut Bukan Tanda Infeksi, Ini Penjelasannya

Ada Jamur di Paru-paru? Ilmuwan Sebut Bukan Tanda Infeksi, Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Bagaimana Menghitung Awal Ramadhan 2021 dalam Astronomi?

Bagaimana Menghitung Awal Ramadhan 2021 dalam Astronomi?

Oh Begitu
Sidang Isbat Sore Ini, Begini Cara Ilmuwan Melihat Hilal Awal Ramadhan

Sidang Isbat Sore Ini, Begini Cara Ilmuwan Melihat Hilal Awal Ramadhan

Oh Begitu
Berita Vaksin Covid-19 China Kurang Efektif Disebut Salah Total, Ini Klarifikasinya

Berita Vaksin Covid-19 China Kurang Efektif Disebut Salah Total, Ini Klarifikasinya

Oh Begitu
3 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Selama Berpuasa di Tengah Pandemi

3 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Selama Berpuasa di Tengah Pandemi

Oh Begitu
Tidak Aktif sejak 1979, Gunung Berapi di Karibia Kembali Meletus

Tidak Aktif sejak 1979, Gunung Berapi di Karibia Kembali Meletus

Fenomena
Mengenal Hilal, Penentu Awal Bulan Ramadhan dan Sabda Nabi SAW

Mengenal Hilal, Penentu Awal Bulan Ramadhan dan Sabda Nabi SAW

Oh Begitu
komentar
Close Ads X