Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Covid-19 Diprediksi Bakal Jadi Endemik, Apa Artinya untuk Kita?

Kompas.com - 01/03/2021, 12:43 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

Sumber Nature

Ini adalah salah satu skenario yang diramalkan oleh para ilmuwan untuk SARS-CoV-2.

Virus tetap ada, tetapi begitu orang mengembangkan kekebalan terhadapnya - baik melalui infeksi alami maupun vaksinasi - mereka tidak akan terinfeksi dengan gejala yang parah.

"Virus itu akan menjadi musuh yang pertama kali ditemui pada masa kanak-kanak, ketika biasanya menyebabkan infeksi ringan atau tidak sama sekali," kata Jennie Lavine, peneliti penyakit menular di Emory University di Atlanta, Georgia, dilansir Nature.

Para ilmuwan menganggap hal ini mungkin terjadi karena empat virus corona endemik yang ada di dunia, yaitu OC43, 229E, NL63, dan HKU1, memiliki perilaku seperti itu.

Setidaknya tiga dari virus ini mungkin telah beredar di populasi manusia selama ratusan tahun, dua di antaranya bertanggung jawab atas sekitar 15 persen infeksi saluran pernapasan.

Menggunakan data dari penelitian sebelumnya, Lavine dan rekannya mengembangkan model yang menunjukkan bagaimana kebanyakan anak pertama kali terjangkit virus ini sebelum usia enam tahun dan mengembangkan kekebalan terhadapnya.

Pemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pemuka agama menjalani vaksinasi Covid-19 Sinovac di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021). Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama.

"Pertahanan itu menyusut cukup cepat sehingga tidak cukup untuk memblokir infeksi ulang sepenuhnya, tetapi tampaknya melindungi orang dewasa agar tidak sakit," kata Lavine.

Bahkan pada anak-anak, infeksi pertama relatif ringan.

Sejauh ini, belum jelas apakah kekebalan terhadap SARS-CoV-2 akan berperilaku dengan cara yang sama.

Sebuah penelitian besar terhadap orang yang pernah terjangkit Covid-19 menunjukkan bahwa tingkat antibodi penetral - yang membantu memblokir infeksi ulang - mulai menurun setelah 6-8 bulan terinfeksi.

"Tetapi tubuh mereka juga membuat sel B memori, yang dapat memproduksi antibodi jika infeksi baru muncul. Juga sel T yang dapat menghilangkan sel yang terinfeksi virus," kata Daniela Weiskopf, ahli imunologi di La Jolla Institute for Immunology di California, yang ikut menulis riset.

Belum dapat dipastikan apakah memori kekebalan dapat memblokir infeksi ulang virus - meskipun kasus infeksi ulang telah dicatat - dan varian virus baru mungkin membuatnya lebih mungkin terjadi, namun masih dianggap langka.

Pengiriman vaksin Covid-19 yang didistribusikan oleh Fasilitas COVAX tiba di Abidjan, Pantai Gading, Jumat 25 Februari 2021.AP PHOTO/DIOMANDE BLE BLONDE Pengiriman vaksin Covid-19 yang didistribusikan oleh Fasilitas COVAX tiba di Abidjan, Pantai Gading, Jumat 25 Februari 2021.

Weiskopf dan rekan-rekannya masih melacak memori kekebalan orang yang terinfeksi Covid-19 untuk melihat apakah itu berlanjut.

Jika kebanyakan orang mengembangkan kekebalan seumur hidup terhadap virus, baik melalui infeksi alami atau vaksinasi, maka virus itu tidak mungkin menjadi endemik, katanya.

Tetapi kekebalan mungkin berkurang setelah satu atau dua tahun - dan sudah ada petunjuk bahwa virus dapat berevolusi untuk menghindarinya.

Halaman:
Sumber Nature


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com