Kompas.com - 28/02/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi makanan sumber protein shutterstockIlustrasi makanan sumber protein

KOMPAS.com - Selama ini protein diyakini dapat membantu proses penurunan berat badan. Menambahkan protein ke dalam makanan membuat Anda lebih mudah menjalankan diet rendah kalori, sehingga menambah manfaat penurunan berat badan.

Menurut studi bulan Juni 2015 di The American Journal of Clinical Nutrition, protein membantu membuat tubuh merasa kenyang lebih lama sebelum waktu makan berikutnya tiba.

Namun, mengonsumsi lebih banyak protein bukan berarti lebih banyak penurunan berat badan. Apalagi, tak semua jenis protein memiliki manfaat yang sama.

Baca juga: Tak Perlu Daging, Protein Jamur Tiram Putih Juga Tinggi

Berikut ini empat mitos tentang protein, yang justru dapat menghambat upaya penurunan berat badan Anda.

Mitos 1: Makan Tanpa Bumbu

Makan protein hambar tanpa bumbu, seperti ayam rebus tanpa bumbu - seringkali diyakini dapat membantu menurunkan berat badan.

Pola diet ini biasanya juga mengharuskan pelakunya untuk mengonsumsi menu makanan yang sama setiap hari.

Menurut sebuah studi pada Agustus 2011 yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, pengulangan makanan dapat berhasil pada orang yang mengalami obesitas, misalnya makan makaroni keju setiap hari selama lima hari berturut-turut.

Pola makan ini membuat mereka mengonsumsi lebih sedikit kalori ,dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang makan hidangan pasta seminggu sekali selama lima minggu.

Namun demikian, tak berarti Anda harus memakannya dengan rasa hambar tanpa bumbu. Ini tentu akan terasa membosankan.

Ketika terjebak dalam rasa bosan, akan lebih mudah untuk meninggalkan ‘perjalanan’ menurunkan berat badan dan kembali ke pola makan yang membuat Anda merasa lebih nyaman.

Baca juga: Mana yang Lebih Tinggi Protein, Tahu atau Tempe?

Sumber protein dari kacang-kacangan.Thinkstock Sumber protein dari kacang-kacangan.

Mitos 2: Anda Membutuhkan Minuman Protein Setelah Setiap Latihan

Jika Anda mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya protein dalam beberapa jam setelah latihan, Anda tidak perlu lagi mengonsumsi protein shake atau minuman protein setelah latihan.

Menurut studi Januari 2013 di Journal of International Society of Sports Nutrition, Anda bisa mendapatkan cukup protein untuk pemulihan dan pembentukan otot dari makanan dan camilan yang Anda makan sepanjang hari.

Menambahkan protein shake atau minuman protein justru bisa berlebihan dan hanya menambah kalori yang tidak perlu.

Namun, menurut penelitian, ada pengecualian. Jika Anda berolahraga dalam keadaan puasa atau dengan perut kosong, Anda akan membutuhkan asupan protein dan karbohidrat setelah sesi berkeringat untuk membantu mengubah tubuh Anda ke mode pembentukan otot.

Baca juga: Sains Diet, Bagaimana Memenuhi Kebutuhan Protein kalau Vegetarian?

Mitos 3: Anda Tidak Makan Cukup Protein

Banyak orang beranggapan harus mengonsumsi makanan berprotein tinggi saat menjalani diet tinggi protein. Padahal sebenarnya, kebanyakan dari kita telah memenuhi kebutuhan protein dengan baik dari makanan sehari-hari.

Yang perlu diingat adalah, semakin banyak protein yang Anda makan, jumlah kalori harian yang Anda konsumsi juga meningkat.

Sebab itu, sangat penting untuk menghitung setiap kalori dari jenis makanan apapun yang Anda konsumsi, agar total kalori harian yang dibutuhkan tubuh tetap terkendali.

Mitos 4: Daging Tiruan Sama Sehat

Beberapa restoran kini menawarkan menu daging tiruan dari protein nabati. Selain untuk memenuhi kebutuhan pola makan vegetarian, menu ini diyakini bis amembantu proses menurunkan berat badan.

Tapi, daging tanpa daging tidak otomatis memiliki manfaat kesehatan yang sama.

Beberapa daging imitasi diproses secara berlebihan, dan penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak makanan olahan cenderung bertambah berat badannya seiring waktu, dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi makanan utuh.

Dalam sebuah penelitian, yang diterbitkan Juni 2011 di The New England Journal of Medicine, partisipan yang makan lebih banyak makanan olahan seperti keripik kentang, minuman yang dimaniskan dengan gula, dan daging olahan mengalami kenaikan berat badan 1.5 kilogram lebih banyak dibadingkan partisipan yang mengonsumsi lebih sedikit makanan olahan.

Ada baiknya, untuk mendapatkan hasil maksimal saat menjalani proses menurunkan berat badan, usahakan untuk mengonsumsi lebih banyak protein nabati utuh, seperti kacang-kacangan, lentil, dan tahu, serta mengonsumsi pengganti daging yang sangat minim olahan.

Intinya, protein adalah bagian penting dalam proses penurunan berat badan, tetapi tidak perlu berlebihan dalam mengonsumsinya.

Selain mengonsumsi protein, lebih baik juga mengombinasikan pola makan Anda dengan lemak sehat, buah-buahan dan sayuran yang kaya nutrisi dan karbohidrat kaya serat.

Baca juga: Studi Baru: Kebanyakan Konsumsi Protein Berisiko Alami Gagal Jantung



Sumber LiveStrong
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X