Kompas.com - 24/02/2021, 11:01 WIB
Lubang yang dibuat gurita purba untuk melumpuhkan mangsanya. 

physLubang yang dibuat gurita purba untuk melumpuhkan mangsanya.

KOMPAS.com - Penelitian baru berhasil mengungkap bukti paling awal bagaimana gurita purba berburu.

Bukti tersebut tersingkap berkat fosil kerang yang mereka mangsa selama periode Cretaceous sekitar 75 juta tahun yang lalu.

Temuan tersebut kemudian dipublikasikan di Biological Journal of the Linnean Society baru-baru ini.

Seperti dikutip dari Phys, Selasa (23/2/2021) gurita dari superfamili Octopodoidea adalah kelompok predator laut yang saat ini terdiri lebih dari 200 spesies.

Baca juga: Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Namun meneliti gurita bukan perkara mudah, karena tubuh mereka yang lunak sehingga akan membusuk dengan cepat.

Hanya satu fosil tubuh gurita berusia 95 tahun yang ditemukan hingga kini.

Beruntungnya, peneliti mampu menganalisis kehidupan masa lalu gurita dengan bantuan fosil kerang yang dimangsa cephalopoda ini.

Fosil kerang yang ditemukan di South Dakota itu, menurut peneliti dulunya diperkirakan hidup di laut dangkal yang disebut Western Interior Seaway.

Kerang kemudian menjadi koleksi American Museum of Natural History di New York dan ditemukan tak sengaja oleh Dr. Adiel Klompmaker, kurator Paleontologi Museum Sejarah Alam Alabama pada Oktober 2018.

Klompmaker rupanya juga menemukan semacam lubang pada cangkang kerang.

"Lubang-lubang ini memberikan peluang besar untuk melacak keberadaan dan perilaku gurita, meski fosil tubuh mereka tak ada," katanya.

Tidak seperti cephalopoda modern lainnya, saat berburu mangsa gurita purba meninggalkan lubang bor berbentuk oval kecil di banyak cangkang kerang dan krustasea yang menjadi mangsa mereka.

Gurita kemudian menyuntikan racun melalui racun untuk melumpuhkan dan melemaskan otot mangsa, memudahkan untuk dikonsumsi.

Cangkang kerang itu menunjukkan pula, bahwa evolusi kemampuan hewan-hewan ini untuk mengebor mangsanya jauh lebih lama dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

"Awalnya saya tak percaya dengan yang saya lihat, tetapi setelah membersihkan dan mempelajari spesimen dengan cermat. Kami yakin bahwa lubang ini adalah bukti tertua dari perburuan gurita," katanya.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Seperti Lidah, Gurita Merasakan Mangsa Lewat Lengan

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X