Studi Inggris pada Vaksin Pfizer, 1 Dosis Kurangi Risiko Infeksi Corona 75 Persen

Kompas.com - 23/02/2021, 17:02 WIB
Foto tertanggal 8 Desember 2020 menunjukkan Margaret Keenan (90) menjadi pasien pertama di Inggris yang disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Penyuntikan dilakukan oleh perawat May Parsons di University Hospital. Coventry, Inggris. POOL/JACOB KING via APFoto tertanggal 8 Desember 2020 menunjukkan Margaret Keenan (90) menjadi pasien pertama di Inggris yang disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Penyuntikan dilakukan oleh perawat May Parsons di University Hospital. Coventry, Inggris.


KOMPAS.com- Data hasil studi yang dilakukan para peneliti di Inggris mengungkapkan satu dosis vaksin Pfizer, dapat mengurangi risiko infeksi virus corona hingga 75 persen.

Public Health England (PHE) dalam pernyataan persnya, Senin (22/2/2021) mengungkapkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer yang dikembangkan bersama BioNTech, dalam satu dosis dapat memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap infeksi dan penyakit simptomatik.

Dikutip dari CNN, Selasa (23/2/2021), studi Sirene PHE tersebut dilakukan terhadap tenaga kesehatan berusia 65 tahun.

Dalam studi tersebut peneliti menemukan bahwa satu dosis vaksin dapat mengurangi risiko infeksi Covid-19 hingga 75 persen setelah tiga minggu vaksinasi.

Baca juga: Suntikan Pertama Vaksin Pfizer di Israel 85 Persen Efektif, Studi Jelaskan

 

Sementara, dengan dua dosis vaksin Pfizer, dapat mengurangi risiko infeksi virus corona hingga 85 persen.

Oleh sebab itu, perlindungan tingkat tinggi ini akan diperluas ke varian baru virus corona B.1.1.7 yang kali pertama terdeteksi di Inggris pada Desember 2020 lalu.

Direktur respons strategis di PHE, Dr. Susan Hopkins mengatakan bahwa tenaga kesehatan telah diuji untuk melihat apakah terinfeksi Covid-19 setelah menerima vaksin virus corona Pfizer setiap dua minggu menggunakan tes PCR dan dua kali seminggu dengan tes aliran lateral.

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Covid Pfizer Efektif Lawan Mutasi Virus Corona Baru

 

"Yang berarti, ada banyak pengujian tanpa gejala. Secara keseluruhan kami melihat efek yang sangat kuat untuk mengurangi infeksi apapun, baik tanpa gejala maupun bergejala," kata Hopkins.

Studi yang dilakukan PHE juga menganalisis data pengujian rutin berdasarkan gejala penyakit pada lebih dari 12.000 orang, yang menunjukkan efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech setelah mendapatkan satu dosis vaksin corona tersebut.

Hasil analisis studi Inggris ini menunjukkan dosis pertama vaksin dalam empat minggu, 57 persen efektif melawan gejala Covid-19 pada mereka yang berusia di atas 80 tahun. Ini meningkat menjadi 88 persen, setelah satu minggu kemudian menerima dosis kedua vaksin Pfizer.

Baca juga: Pertama di Dunia, Inggris Setuju Pakai Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Oh Begitu
Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Oh Begitu
WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Fenomena
Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Kita
Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Oh Begitu
Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Oh Begitu
Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Fenomena
3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

Fenomena
Kenali Penyebab Cyclist's Palsy, Gangguan Kram pada Jari Saat Bersepeda

Kenali Penyebab Cyclist's Palsy, Gangguan Kram pada Jari Saat Bersepeda

Oh Begitu
Rambut Rontok Menambah Daftar Gejala Long Covid pada Pasien Covid-19 Parah

Rambut Rontok Menambah Daftar Gejala Long Covid pada Pasien Covid-19 Parah

Kita
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
komentar
Close Ads X