Hilang Selama Revolusi Hongaria, Fosil Cumi-cumi Vampir Ditemukan

Kompas.com - 23/02/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi cumi-cumi vampir modern melayang secara horizontal di laut dalam dengan salah satu filamennya terentang. Monterey Bay Research Institute (MBRI)Ilustrasi cumi-cumi vampir modern melayang secara horizontal di laut dalam dengan salah satu filamennya terentang.

KOMPAS.com - Menurut analisis baru, cumi-cumi vampir telah mendekam di kegelapan lautan selama 30 juta tahun.

Cumi-cumi vampir modern (Vampyroteuthis infernalis) dapat berkembang biak di perairan laut yang minim oksigen. Perilaku ini berbeda dengan banyak spesies cumi-cumi lain yang membutuhkan habitat dangkal di sepanjang landas kontinen.

Beberapa fosil nenek moyang cumi-cumi vampir saat ini masih hidup, jadi para ilmuwan tidak yakin kapan cephalopoda yang sulit ditangkap ini mengembangkan kemampuan untuk hidup dengan sedikit oksigen.

Analisis fosil baru membantu mengisi celah 120 juta tahun dalam evolusi cumi-cumi vampir, mengungkapkan bahwa nenek moyang cumi-cumi vampir zaman modern sudah hidup di lautan dalam selama Oligosen, 23 juta hingga 34 juta tahun yang lalu.

Baca juga: Berumur 635 Juta Tahun, Fosil Jamur Darat Tertua Ini Ungkap Masa Lalu Bumi

"Cumi-cumi ini mungkin berevolusi, beradaptasi dengan air rendah oksigen selama periode Jurassic," kata rekan penulis studi Martin Koš?ák, ahli paleontologi di Universitas Charles di Praha.

"Kehidupan dengan tingkat oksigen rendah yang stabil membawa keuntungan evolusioner - tekanan predasi rendah dan persaingan yang lebih sedikit," kata Koš?ák seperti dilansir Live Science, Senin (22/2/2021).

Fosil yang ditemukan kembali

Koš?ák dan rekan-rekannya menemukan fosil cumi-cumi vampir yang telah lama hilang di koleksi Museum Sejarah Alam Hongaria pada 2019 saat mencari fosil nenek moyang sotong.

Fosil itu awalnya ditemukan pada tahun 1942 oleh ahli paleontologi Hongaria Miklós Kretzoi, yang mengidentifikasinya sebagai cumi-cumi yang berumur sekitar 30 juta tahun dan menamakannya Necroteuthis hungarica.

Namun, peneliti selanjutnya berpendapat bahwa itu adalah nenek moyang sotong.

Pada tahun 1956, selama Revolusi Hongaria, museum tersebut dibakar, dan fosilnya diperkirakan akan dimusnahkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Oh Begitu
Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Oh Begitu
WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Fenomena
Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Kita
Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Oh Begitu
Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Oh Begitu
Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Fenomena
3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

Fenomena
Kenali Penyebab Cyclist's Palsy, Gangguan Kram pada Jari Saat Bersepeda

Kenali Penyebab Cyclist's Palsy, Gangguan Kram pada Jari Saat Bersepeda

Oh Begitu
Rambut Rontok Menambah Daftar Gejala Long Covid pada Pasien Covid-19 Parah

Rambut Rontok Menambah Daftar Gejala Long Covid pada Pasien Covid-19 Parah

Kita
Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
komentar
Close Ads X