Kompas.com - 17/02/2021, 10:02 WIB


KOMPAS.com- Misi eksplorasi ke Bulan kian menarik banyak ilmuwan dunia. Termasuk upaya para ilmuwan untuk mencari keberadaan air di Bulan.

Seolah ingin turut meramaikan misi penjelajahan ke Bulan, ilmuwan Hungaria mulai mempersiapkan diri untuk turut serta dalam misi luar angkasa tersebut.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/2/2021), ilmuwan Hungaria mengatakan bahwa saat ini, miniatur rover sedang dikembangkan.

Rencananya, miniatur penjelajah tersebut akan digunakan untuk melakukan misi eksplorasi permukaan Bulan dan akan bergabung dalam misi pencarian air di Bulan.

Baca juga: Ada Bukti Air Lagi di Bulan, NASA Bisa Bangun Pangkalan Bulan

 

Miniatur rover tersebut dikembangkan para ilmuwan dengan perangkat yang beratnya kurang dari sekantong gula dan dinamai dengan jenis anjing Hungaria Puli.

Puli rover adalah platform berbiaya rendah yang dirancang untuk membawa muatan yang berbeda, termasuk misi pelacakan air di Bulan.

Perangkat tersebut telah memenangi tantangan bertajuk Honey, I Shrunk the NASA Payload pada tahun 2020 lalu, yakni sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh badan antariksa Amerika Serikat (NASA).

Baca juga: Eksplorasi Luar Angkasa Pertama, Turki akan Capai Bulan pada 2023

 

Berat perangkat rover ini kurang dari 400 gram. Dikembangkan untuk menyelidiki es air di Bulan dengan mengidentifikasi dan memetakan kandungan hidrogen di bawah permukaan tanah Bulan.

"Alat ini mencari radiasi dasar dan selanjutnya radiasi dasar yang menginduksi radiasi sekunder yang keluar dari Bulan," kata Matyas Hazadi, kepala teknik di Puli Space Technologies Ltd yang berbasis di Budapest, Hungaria yang mengembangkan perangkat penjelajah tersebut.

Hazadi menambahkan perangkat ini akan membandingkan energi berbeda dari spektrum radiasi dasar untuk menemukan air di satelit Bumi itu.

Pada tahun lalu, para ilmuwan dalam misi Stratospheric Observatory for Infrared Astronomy (SOFIA) NASA mengonfirmasi keberadaan air di Bulan untuk pertama kalinya.

Baca juga: Sampel Bulan yang Diambil China Beratnya Kurang dari Target

Astronot Analog OeWF, Inigo Munoz dan Carmen Kohler menguji Robot Bulan, Puli Rover di Gletser Kaunertaler, Austria, 3 Agustus 2015. Pelacak air yang dikembangkan ilmuwan Hungaria akan melacak keberadaan air di Bulan.Claudia Stix/OeWF via REUTERS Astronot Analog OeWF, Inigo Munoz dan Carmen Kohler menguji Robot Bulan, Puli Rover di Gletser Kaunertaler, Austria, 3 Agustus 2015. Pelacak air yang dikembangkan ilmuwan Hungaria akan melacak keberadaan air di Bulan.

 

Keberadaan air di Bulan akan menjadi sumber potensial untuk bahan bakar roket, rehidrasi dan oksigen.

Penemuan ini menunjukkan bahwa air dapat didistribusikan ke seluruh permukaan bulan, dan tidak terbatas pada tempat-tempat yang dingin dan berbayang, dikutip dari situs resmi NASA.

SOFIA NASA telah mendeteksi molekul air (H20) di Kawah Clavius, salah satu kawah terbesar yang terlihat dari Bumi dan berada di belahan selatan Bulan.

Pada pengamatan sebelumnya dari permukaan Bulan mendeteksi beberapa bentuk hidrogen, tetapi tidak dapat membedakan antara air dan kerabat dekatnya, hidroksil (OH).

Baca juga: NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

 

"Kami memiliki indikasi bahwa H20, air yang kami kenal, mungkin ada di sisi Bulan yang diterangi matahari," kata Paul Hertz, direktur Divisi Astrofisika di Direktorat Misi Sains di Markas Besar NASA di Washington.

"Sekarang kami tahu itu (air) ada di sana. Penemuan ini menantang pemahamam kita tentang permukaan bulan dan menimbulkan pertanyaan menarik tentang sumber daya relevan untuk misi eksplorasi luar angkasa yang dalam," imbuhnya.

Dalam studi air di Bulan yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy ini, potensi air di satelit Bumi itu dikomparasikan dengan gurun Sahara yang memiliki jumlah air 100 kali lipat dari yang dideteksi SOFIA.

Baca juga: Misteri Hilangnya Bulan dari Langit 1 Milenium Lalu, Apa Penyebabnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber NASA,Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.