Kompas.com - 14/02/2021, 10:02 WIB
Ilustrasi kuda nil kokain Kolombia. Ilmuwan meyakini populasi kuda nil ini dapat mencapai 1.400 ekor pada tahun 2034 jika tidak segera dikendalikan. Kuda nil warisan gembong narkoba terbesar di Kolombia ini adalah hewan invasif di Amerika Selatan. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAIlustrasi kuda nil kokain Kolombia. Ilmuwan meyakini populasi kuda nil ini dapat mencapai 1.400 ekor pada tahun 2034 jika tidak segera dikendalikan. Kuda nil warisan gembong narkoba terbesar di Kolombia ini adalah hewan invasif di Amerika Selatan.


KOMPAS.com- Kuda nil berkembang biak dengan pesat di Kolombia, Amerika Selatan, yang bukan habitat asli satwa ini. Populasi hewan yang disebut 'kuda nil kokain' ini terus meningkat pesat dan membuat kekhawatiran para ilmuwan akan dampaknya terhadap lingkungan.

Kuda nil kokain adalah warisan dari gembong narkoba terbesar di Kolombia, Pedro Escobar. Dia dikenal sebagai salah satu bandit paling kejam sepanjang masa dan merupakan pendiri kartel narkoba Medelin pada tahun 1980-an.

Dikutip dari BBC Indonesia, Minggu (14/2/2021), sekelompok kuda nil yang dibawa Escobar ke kebun binatang pribadinya beberapa tahun telah berkembang biak. Para ilmuwan mengatakan hewan ini telah menyebar ke Sungai Magdalena, salah satu saluran air utama di Kolombia.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Biological Conservation pada 17 Januari lalu, sekelompok ilmuwan menyatakan bahwa memusnahkan kuda nil tersebut adalah satu-satunya cara untuk mengatasi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

"Kami jelas-jelas merasa kasihan atas hewan-hewan itu, namun sebagai ilmuwan kami harus jujur," kata pakar biologi Kolombia, salah satu penulis studi, Nataly Castelblanco.

Baca juga: Kebiasaan Mandi Sekelompok Kuda Nil Cemari Danau Kolombia, Kok Bisa?

 

Kehadiran kuda nil yang dipelihara Escoba, menurut ilmuwan, bisa menjelma menjadi bom ekologis bagi lingkungan di negara itu.

"Kuda nil merupakan spesies yang invasif di Kolombia dan bila kita tidak membunuh sebagian dari populasi mereka saat ini, situasinya jadi tidak terkendali dalam 10 atau 20 tahun mendatang," kata Castelblanco.

Lantas, apa masalah yang ditimbulkan kuda nil kokain ini?

Berkembang biaknya hewan tersebut berkaitan dengan pembunuhan terhadap Pablo Escobar oleh pasukan keamanan Kolombia pada tahun 1993 silam.

Pihak berwenang menyita properti milik Escobar setelah kematiannya, yakni rumah mewah bernama Hacienda Napoles di Bogota, ibu kota Kolombia.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Kuda Nil Jantan Semburkan Feses untuk Gaet Pasangan

 

Kebun binatang pribadi Escobar kemudian dibongkar, dan hewan-hewan peliharaannya di Hacienda Napoles dipindahkan ke sejumlah taman margasatwa di seluruh penjuru negeri, kecuali kuda nil.

"Secara logistik sulit memindahkan mereka, sehingga pihak berwenang membiarkannya tetap di sana. Kemungkinan besar mengira kuda nil ini akan mati pada akhirnya," kata Castelblanco.

Namun, ternyata yang terjadi adalah sebaliknya, hewan-hewan ini terus berkembang biak dengan sangat pesat.

Populasi kuda nil bisa capai 1.400 ekor

Para ilmuwan selama bertahun-tahun mendata jumlah kuda nil kokain yang hidup di saluran-saluran air di Kolombia, angkanya mencapai 80 hingga 120 ekor.

Baca juga: Serba Serbi Hewan, Bertubuh Besar Tak Halangi Kuda Nil Bergerak Cepat di Air

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.