Kompas.com - 08/02/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi Makanan Sehat Dok. Berbagai SumberIlustrasi Makanan Sehat

KOMPAS.com - Kebutuhan asupan nutrisi menjadi bagian penting dalam menjaga imunitas dan mempercepat penyembuhan pasien Covid-19, termasuk yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih belum paham dalam menentukan makanan bergizi yang tepat untuk pasien Covid-19.

Tak jarang, pasien Covid-19 diberi makan bubur atau sup secara terus-menerus, layaknya pemberian makan pada orang sakit tipes.

Menanggapi persoalan tersebut, dokter, filsuf dan ahli gizi komunitas, Dr dr Tan Shot Yen M Hum mengatakan, bahwa ini adalah persoalan literasi gizi yang sudah jadi urgensi.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Dilakukan Selama Isolasi Mandiri agar Sembuh dari Covid-19

"Prinsipnya gizi seimbang dan diolah dengan cara yang sehat," kata Dr Tan kepada Kompas.com, Senin (8/2/2021).

Dr Tan menjelaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebenarnya sudah mengeluarkan panduan yang sangat jelas terkait asupan gizi seimbang, yang harus dikonsumsi oleh setiap individu, baik yang sehat maupun yang sedang sakit.

Dalam panduan Kemenkes tentang makanan gizi seimbang, yaitu dalam satu porsi piring terdapat empat isi sebagai berikut.

1. Makanan pokok seperti nasi, ubi, singkong, jagung dan lain sebagainya.

2. Lauk-pauk seperti ikan, daging ayam, daging sapi, telur, dan lain sebagainya. 

3. Buah-buahan, sangat lebih baik dimakan dengan cara digigit langsung bukan di jus dengan campuran kental manis ataupun gula

4. Sayuran, semua jenis sayuran, baik untuk tubuh jika dicuci bersih dan di masak dengan cara yang tepat

Perlu juga diingat, sayur dan buah harus dicuci dengan bersih dahulu, lauk-pauk di masak dengan matang, dan upayakan untuk menghindari gula, garam dan lemak yang berlebihan.

"Pandemi sebenarnya membuat orang sadar diri apakah selama ini makan benar apa enggak," ujarnya.

Baca juga: Terlepas dari Berat Badan, Pola Makan Sehat Terbukti Kurangi Risiko Kesehatan

Ilustrasi makanan penuh gizi. Dok. Shutterstock/Antonina Vlasova Ilustrasi makanan penuh gizi.

Menurut Dr Tan, semua makanan kaya nutrisi seperti protein bisa menjadi asupan sangat baik untuk tubuh setiap orang, terutama mereka yang sakit.

Namun di sisi lain, juga bisa menjadi bumerang yang justru membuat pasien tidak mendapatkan manfaat apapun, jika makanan diolah dengan cara yang salah.

Selain itu, ia mengingatkan, makanan dalam bentuk bubur biasanya diberikan kepada orang yang benar-benar punya kesulitan mengunyah, dan ususnya memiliki masalah penyerapan.

"Bubur itu bagi orang yang punya masalah penyerapan di ususnya dan (biasanya) jadi makanan pendamping air susu ibu (MPASI)," ucap dia.

"Sup itu lebih kelihatan manusiawi dari sisi rasa dan tampilan," tambahnya.

Baca juga: Pahami Cara Merawat Pasien Covid-19 yang Harus Isolasi Mandiri di Rumah

Saran makanan untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri

Dr Tan sangat menyarankan, keluarga yang merawat pasien Covid-19 di rumah, belajar bagaimana cara menyajikan makanan yang kaya nutrisi dan tetap terjaga manfaatnya.

Selain mencoba mengonsumsi makanan sesuai panduan Kemenkes, pengolahan makanan tradisional juga menjadi pilihan baik untuk asupan pasien.

"Justru saat begini kita perlu evaluasi. Makan benar dengan olahan nusantara itu sehat banget. Ayam bisa dipepes, soto, garang asem, kari atau gulai," tuturnya.

Bahkan, rempah-rempah yang dipakai sebagai penyedap rasa dalam pengolahan makanan tradisional ini, berlaku sebagai functional food, di mana sifat antioksidan dan mineralnya justru akan mempertinggi kualitas masakan.

Namun, Ia mengingatkan, dalam mengolah masakan nusantara, ada baiknya tidak melenceng dari resep aslinya.

Misalnya, saat memasak rendang, bumbu rempah-rempah harusnya disangrai. Tetapi sekarang, banyak resep justru menyarankan pembuatannya dengan cara ditumis.

"Kebanyakan orang jadi ngasal, karena mau praktis dan cepat. Padahal tubuh manusia butuh gizi yang diperlakukan dengan baik dan benar. Bukan kesesatan teknologi," ucap dia.

Sama halnya yang disebutkan oleh Dr Tan, berikut tips pemenuhan makanan dan nutrisi selama melakukan isolasi mandiri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

1. Buatlah rencana makanan yang Anda butuhkan

2. Utamakan membuat makanan dengan bahan-bahan segar

3. Mempersiapkan makanan rumahan

4. Memanfaatkan opsi pengiriman makanan

5. Perhatikan ukuran porsi makan pasien

6. Ikuti praktik pembuatan makanan yang aman; batasi (sedikit) garam, batasi gula, batasi asupan lemak

7. Konsumsi banyak serat buah dan sayur

8. Jaga tubuh tetap terhidrasi (banyak konsumsi cairan atau air)

9. Hindari konsumsi alkohol

10. Nikmati makanan dengan keluarga

Baca juga: Kapan Isolasi Mandiri Pasien Positif Covid-19 Dinyatakan Selesai?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Fenomena
Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Fenomena
Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Fenomena
Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Fenomena
Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Oh Begitu
Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Fenomena
Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Fenomena
Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Oh Begitu
Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X