Kompas.com - 05/02/2021, 12:03 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/PALSANDIlustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19


KOMPAS.com - Setelah sebelumnya menunjukkan efektivitas 66 persen, Johnson & Johnson secara resmi meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk otorisasi penggunaan darurat (EUA) vaksin Covid-19 pada Kamis (4/2/2021).

Hal ini membuka kemungkinan vaksin virus corona ketiga untuk pasar AS, setelah Pfizer-BioNTech dan Moderna.

"Pengajuan hari ini untuk Otorisasi Penggunaan Darurat dari investigasi kami vaksin Covid-19 suntikan tunggal adalah langkah penting untuk mengurangi beban penyakit bagi orang-orang di seluruh dunia dan mengakhiri pandemi," kata Dr Paul Stoffels, Chief Scientific Officer di Johnson & Johnson, dalam sebuah pernyataan.

Melansir CNN, FDA telah menjadwalkan pertemuan publik Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait pada 26 Februari mendatang.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson Mulai Uji Klinis Fase 3

Kelompok ahli independen akan melihat data dan membuat rekomendasi yang dipertimbangkan oleh lembaga tersebut saat membuat keputusan.

Ini berarti EUA tidak akan dikeluarkan sebelum akhir bulan, seandainya FDA memutuskan untuk memberikannya.

Tetapi, menambah daftar vaksin tentu akan menambah pasokan dan fleksibilitas pada upaya AS yang sedang berjuang untuk memvaksinasi penduduknya.

Jika FDA memutuskan untuk mengesahkan vaksin Johnson & Johnson, Komite Penasihat untuk Praktik Imunisasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS akan bertemu untuk membahas apakah vaksin harus diberikan kepada orang Amerika dan jika demikian, siapa yang harus mendapatkannya terlebih dahulu.

Proses pengaturan yang sama untuk Pfizer memakan waktu lebih dari tiga minggu. Sementara pada Moderna lebih dari dua minggu.

Vaksin Johnson & Johnson sedikit berbeda dari dua vaksin Covid-19 yang telah resmi. Vaksin, yang dibuat melalui kolaborasi divisi vaksin Johnson & Johnson, Janssen Pharmaceutical, dan Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston ini hanya membutuhkan satu kali suntikan. Sedangkan Pfizer dan Moderna membutuhkan dua kali suntikan.

Vaksin ini juga dinilai stabil hingga tiga bulan disimpan dalam suhu lemari es biasa dan tidak membutuhkan pembekuan seperti milik Pfizer.

Menurut perusahaan terkait, vaksin Covid-19 Johnson & Johnson ini terbukti 66 persen efektif dalam mencegah penyakit Covid-19 dengan gejala sedang hingga parah dalam uji coba Fase 3 global.

Bahkan, 85 persen efektif secara keseluruhan dalam mencegah rawat inap dan kematian karena Covid-19 di semua wilayah yang diuji.

Baca juga: 3 Pertanyaan Penting Terkait Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Ahli

Halaman:


Sumber CNN,NPR
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X