Kompas.com - 05/02/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi dampak perubahan iklim pada bumi SHUTTERSTOCK/ParabolStudioIlustrasi dampak perubahan iklim pada bumi

Namun ternyata itu semua belum cukup untuk menghentikan planet dari ambang batas CO2.

"Karena CO2 berada di atmosfer untuk waktu yang sangat lama, emisi setiap tahun bertambah dan terakumulasi dengan tahun yang sebelumnya, menyebabkan jumlah CO2 di atmosfer terus meningkat," papar Richard Betts, head of the climate impacts group di Met Office sekaligus ketua peneliti dalam studi ini.

Level puncak terjadi pada bulan Mei dan kemudian menurun selama musim panas, karena tanaman tumbuh di belahan bumi utara dan menyedot karbon melalui fotosintesis, sebelum naik lagi bulan September dan seterusnya.

Itu berarti kita memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi tujuan International Panel on Climate Change untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.

"Membalikkan tren ini dan memperlambat kenaikan CO2 di atmosfer akan membutuhkan pengurangan emisi global, dan menghentikannya akan membutuhkan penurunan emisi global ke nol," kata Betts.

"Ini perlu terjadi dalam waktu sekitar 30 tahun ke depan jika pemanasan global dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius," tambahnya.

The Met Office merilis temuan ini pada 8 Januari 2021.

Baca juga: Kesenjangan Emisi CO2, PBB Ingatkan Bencana Iklim Mematikan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X