Kompas.com - 03/02/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi hiu martil, hiu kepala martil, spesies hiu terancam punah. Populasi hiu martik di laut terbuka semakin menyusut, menurut IUCN, spesies ini diklasifikasikan terancam punah, artinya tingkat ancaman kepunahan tertinggi. WIKIMEDIA COMMONS/FLICKR/Barry PetersIlustrasi hiu martil, hiu kepala martil, spesies hiu terancam punah. Populasi hiu martik di laut terbuka semakin menyusut, menurut IUCN, spesies ini diklasifikasikan terancam punah, artinya tingkat ancaman kepunahan tertinggi.


KOMPAS.com- Para ilmuwan kembali memperingatkan ancaman kepunahan hiu dan ikan pari di seluruh lautan di dunia.

Ancaman kepunahan kedua satwa laut ini terasa semakin cepat terjadi, dan kita akan semakin kehilangan kesempatan untuk menyelamatkannya.

Dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (3/2/2021), jumlah hiu yang ada di laut terbuka, populasinya semakin menyusut hingga 71 persen hanya dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penyebab kian menyusutnya populasi hiu karena penangkapan yang berlebihan.

Sedikitnya, tiga perempat spesies hiu yang diteliti sekarang berada dalam kategori terancam punah.

Baca juga: Populasi Hiu Global Turun 71 Persen, Ini Artinya bagi Ekosistem

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Para peneliti mengatakan bahwa perlu tindakan cepat untuk mengamankan masa depan satwa laut yang luar biasa dan tidak tergantikan ini. Mereka menyerukan kepada berbagai negara untuk mulai menerapkan batasan penangkapan ikan di lautan.

Dr Richard Sherley dari Universitas Exeter, Inggris, salah satu peneliti mengatakan bahwa jumlah hiu di lautan kini semakin menyusut.

Tampaknya, kata dia, hal itu disebabkan oleh penangkapan ikan yang berlebihan.

Baca juga: Megafauna Hiu Terancam Punah Ancam Ekosistem Laut, Ini Penyebabnya

 

"Itulah yang mendorong penurunan hingga 70 persen dalam waktu 50 tahun terakhir. Dari setiap 10 ekor hiu di lautan terbuka pada tahun 1970-an, hari ini kamu hanya menemukan tiga ekor saja, dari seluruh spesies ini," jelas Dr Sherley.

Hiu dan ikan pari ditangkap untuk diambil daging, sirip dan minyaknya.

Orang-orang juga menangkap spesies-spesies ini untuk sekadar aktivitas pemancingan rekreasi, atau tersangkut jaring kapal ikan yang sebenarnya tidak menargetkan mereka.

Peneliti mengungkapkan bahwa dari 31 jenis hiu yang diteliti, 24 jenis di antaranya saat ini berada di ambang kepunahan.

Baca juga: Survei Ini Ungkap Hiu Karang Punah Secara Fungsional di Lautan Bumi, Kok Bisa?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.