Kompas.com - 29/01/2021, 17:00 WIB
Ilustrasi situasi pandemi dengan kasus Covid-19 yang tidak terkendali bisa menyebabkan mutasi virus dan melahirkan varian baru virus corona seperti yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan. SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIAIlustrasi situasi pandemi dengan kasus Covid-19 yang tidak terkendali bisa menyebabkan mutasi virus dan melahirkan varian baru virus corona seperti yang terjadi di Inggris dan Afrika Selatan.

KOMPAS.com - Varian baru virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris telah menyebabkan jumlah pasien di rumah sakit meningkat.

Penelitian masih berlangsung untuk memahami sifat dan tingkat keparahan gejala.

Ilmuwan telah mengidentifikasi dua gejala yang bisa menjadi prediktor kuat seseorang dirawat di rumah sakit karena varian baru virus corona Inggris.

Terlepas dari peluncuran vaksin yang sedang berlangsung di Inggris, virus corona terus mencapai tonggak sejarah yang suram.

Baca juga: [HOAKS] Hirup Uap Air Panas Bisa Membunuh Virus Corona

Jumlah pasien virus corona yang menggunakan ventilator atau alat bantu pernapasan di Inggris melampaui 4.000 kasus.

Varian baru virus corona Inggris yang dijuluki B117 diprediksi memicu jumlah lonjakan pasien rumah sakit.

Sepanjang pandemi, aplikasi COVID Symptom Study telah melacak pergerakan virus, mengumpulkan, serta menganalisis data tentang gejala Covid-19 dari jutaan kasus.

Penelitian sedang berlangsung untuk memahami tingkat keparahan gejala dan gejala yang paling mungkin memerlukan perawatan rumah sakit.

Analisis data aplikasi COVID Symptom Study oleh Claire Steves dan Profesor Tim Spector di King’s College London pada Oktober menyoroti dua prediktor kuat rawat inap.

Studi ini berfokus pada data dari 4.182 pengguna aplikasi yang secara konsisten mencatat kesehatan mereka dan dinyatakan positif Covid-19 melalui pengujian swab PCR.

Dilansir Express, Kamis (28/1/2021), pada individu dengan gejala durasi lama, demam yang terus menerus dan melewatkan makan merupakan prediktor kuat dari kunjungan ke rumah sakit.

Tim peneliti memberikan sejumlah wawasan tambahan tentang sifat gejala Long Covid.

Long Covid adalah istilah yang agak tidak jelas tetapi umumnya mengacu pada gejala yang terjadi beberapa minggu atau bulan setelah infeksi hilang.

Namun, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari virus corona berbeda untuk semua orang.

Penelitian juga mengidentifikasi dua pengelompokan gejala utama yang terkait dengan Long Covid.

  • Pertama didominasi gejala pernafasan seperti batuk dan sesak nafas, serta kelelahan dan sakit kepala, dan bentuk kedua jelas multi sistem, mempengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk otak, usus dan jantung.
  • Penderita Covid-19 lebih sering melaporkan gejala jantung seperti palpitasi atau detak jantung cepat, serta kesemutan atau mati rasa, dan masalah konsentrasi (kabut otak).

Orang dengan Long Covid juga dua kali lebih mungkin melaporkan gejala mereka kambuh lagi setelah pulih, dibandingkan dengan mereka yang memiliki Short Covid (16 persen vs 8,4 persen).

Secara keseluruhan, tim menemukan bahwa kebanyakan orang yang terinfeksi Covid-19 dilaporkan kembali normal dalam 11 hari atau kurang, sekitar satu dari tujuh (13,3 persen, 558 kasus) mengalami gejala Covid-19 yang berlangsung setidaknya selama empat minggu, dengan sekitar satu dari 20 (4,5 persen, 189 kasus) tetap sakit selama delapan minggu dan satu dari 50 (2,3 persen, 95 kasus) menderita lebih dari 12 minggu.

"Ini adalah perkiraan konservatif, yang, karena definisi ketat yang digunakan, mungkin meremehkan tingkat Long Covid," catat para peneliti.

Baca juga: Vaksin Lemah Bisa Picu Munculnya Mutasi Virus Berbahaya, Kok Bisa?

Gejala utama

Gejala utama virus corona meliputi:

  • Suhu tinggi - dada atau punggung terasa panas saat disentuh
  • Batuk terus-menerus - batuk lebih dari satu jam atau lebih dalam 24 jam
  • Kehilangan atau perubahan pada indera penciuman atau perasa - ini berarti Anda tidak dapat mencium atau merasakan apa pun.

"Kebanyakan orang dengan virus corona memiliki setidaknya satu dari gejala ini,” jelas NHS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Kemungkinan Gempa Malang Picu Gunung Api, BMKG: Bisa tapi Kecil

Oh Begitu
8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

8 Manfaat Menangis Menurut Sains, Kurangi Stres sampai Tingkatkan Mood

Kita
7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

7 Fakta Gempa Malang, Bukan Gempa Megathrust dan Ada Sejarahnya

Oh Begitu
Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Setelah Gempa Malang, BMKG Peringatkan Jawa Timur Waspada Hujan dan Longsor

Fenomena
Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Gempa Malang Sudah 3 Kali Susulan, Ini Rekomendasi dari BMKG

Fenomena
Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Setelah Malang, Gempa M 6,0 Guncang Laut Sulut Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Pertama Kalinya, Pasien Covid-19 Jepang Terima Cangkok Paru-paru dari Donor Hidup

Fenomena
Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Gempa Malang, Mengapa Guncangannya Sangat Luas sampai Yogyakarta dan Bali?

Fenomena
Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Gempa Malang Hari Ini, Ini Daftar Wilayah Terdampak Guncangan

Fenomena
Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Skin Tag, Mirip Kutil Kulit Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oh Begitu
Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Ahli: Gejala KIPI Vaksin Normal Seperti Respons Makan Cabai dan Putus Cinta

Oh Begitu
Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Perilaku Menguap yang Menular Terjadi Juga pada Singa, Ini Buktinya

Fenomena
Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Ilmuwan Temukan Jejak Manusia Modern Homo Sapiens saat Jelajahi Eropa

Fenomena
Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Pengobatan Long Covid di Rumah

Oh Begitu
Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Mengenal Mie Shirataki, Olahan Porang yang Ampuh Menurunkan Berat Badan

Oh Begitu
komentar
Close Ads X