Kompas.com - 28/01/2021, 20:05 WIB
Benua Antartika salah satu tempat paling dingin di Bumi. ShutterstockBenua Antartika salah satu tempat paling dingin di Bumi.

KOMPAS.com - Ilmuwan yang tengah melakukan penggalian di Antartika menemukan sesuatu hal yang tak terduga.

Di lapisan es dengan kedalaman 1,6 kilometer, ilmuwan justru menjumpai mineral yang berlimpah ditemukan di planet Mars, disebut dengan jarosite.

Jejak mineral jarosite yang ditemukan terkubur di lapisan es terdalam itu lebih kecil dari butiran pasir.

Temuan ini tentu menarik, bagaimana mineral Mars itu bisa ada di Bumi?

Baca juga: Lubang Misterius di Es Laut Antartika, Ilmuwan Menduga Ini Penyebabnya

Seperti dikutip dari Live Science, Kamis (28/1/2021) jarosite sebenarnya dapat ditemukan di Bumi namun sangat jarang terlihat sebab butuh kondisi asam untuk membentuk mineral berwarna kuning-cokelat ini.

Berdasarkan NASA, jarosite adalah mineral langka yang muncul di limbah pertambangan yang terpapar udara dan hujan. Selain itu, mineral juga bisa terbentuk di dekat gunung berapi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga peneliti tak pernah mengira akan menemukannya di Antartika.

Sementara itu, wahana penjelajah Opportunity sendiri pertama kali menemukan jarosite di Mars pada tahun 2004. Selanjutnya mineral itu ditemukan di beberapa lokasi di Mars.

Beberapa teori menyebut terbentuknya mineral bermula miliaran tahun lalu ketika es menutupi Mars.

Debu yang mengandung mineral yang dibutuhkan seperti besi, sulfat, dan kalium mungkin telah terperangkap di dalamnya.

"Mars adalah tempat yang sangat berdebu. Sementara es bisa menyediakan lingkungan basah yang dibutuhkan untuk membentuk debu asam menjadi jerosite. Hanya saja ilmuwan tak pernah benar-benar melihat debu dan es bereaksi secara kimiawi untuk membentuk mineral," kata Giovanni Baccolo, penulis studi dan ahli geologi di Universitas Milan-Bicocca.

Baca juga: Bongkahan Es Raksasa Antartika akan Menabrak Georgia Selatan, Apa Dampaknya?

Tetapi penemuan jarosite yang terkubur di Antartika rupanya dapat mendukung teori tersebut.

Benar saja, setelah memeriksa partikel dengan mikroskop elektron, tim menyimpulkan bahwa jarosite telah terbentuk di kantong di dalam es. Penemuan ini mengisyaratkan bahwa mineral itu terbentuk dengan cara yang sama di Mars.

Hanya saja jerosite yang ditemukan di Mars berupa endapan setebal beberapa meter tak seperti di Bumi yang hanya butiran tipis.

Bisa saja hal tersebut lantaran karena planet Mars jauh lebih berdebu daripada Antartika sehingga menyediakan lebih banyak bahan mentah untuk membentuk jerosite.

"Ini hanya langkah pertama menghubungkan Antarika dengan lingkungan Mars," tambah Baccolo.

Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Communications.

Baca juga: 30.000 Gempa Bumi Terjadi sejak Agustus, Ada Apa dengan Antartika?



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.