CDC: Belum Diketahui Efek Varian Baru Virus Corona pada Anak-anak

Kompas.com - 28/01/2021, 16:26 WIB
Ilustrasi dokter memeriksa kesehatan jantung anak. Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan jantung pada anak-anak dengan sindrom inflamasi multisistem (MIS-C), menyebabkan peradangan pada banyak organ. SHUTTERSTOCK/New AfricaIlustrasi dokter memeriksa kesehatan jantung anak. Covid-19 bisa menyebabkan kerusakan jantung pada anak-anak dengan sindrom inflamasi multisistem (MIS-C), menyebabkan peradangan pada banyak organ.


KOMPAS.com- Varian baru virus corona telah diketahui lebih menular dibandingkan varian sebelumnya. Namun, hingga saat ini ahli masih belum bisa memastikan bagaimana varian baru Covid-19 berdampak pada anak-anak.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) Amerika Serikat mengatakan belum mengetahui apakah varian baru Covid-19 menyebabkan lebih banyak kasus komplikasi langka pada anak-anak, yakni sindrom inflamasi multisistem (MIS-C).

Dikutip dari CNN, Kamis (28/1/2021), sindrom inflamasi multisistem atau MIS-C adalah komplikasi infeksi Covid-19 yang mengganggu yang dapat menyebabkan kerusakan jantung.

Biasanya sindrom peradangan ini muncul sekitar tiga minggu setelah seorang anak terinfeksi Covid-19. Bahkan, cukup banyak kasus MIS-C mengikuti infeksi virus corona tanpa gejala.

Kemungkinan munculnya sindrom ini lebih mungkin terjadi pada anak dibandingkan pada orang dewasa. Anak-anak lebih mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit atau meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Bukti Awal, Varian Baru Virus Corona Inggris 30 Persen Lebih Mematikan

 

Menurut American Academy of Pediatrics, sedikitnya 2,68 juta anak di AS telah dites positif Covid-19 pada 21 Januari 2021, dan jumlahnya telah meningkat baru-baru ini.

Pekan lalu, ada 165.480 kasus Covid-19 pada anak yang teridentifikasi melalui pengujian, menurut laporan tersebut.

Terjadi peningkatan 16 persen kasus Covid-19 pada anak selama dua minggu, dan anak-anak mewakili 12,7 persen dari semua kasus Covid-19 di seluruh Amerika Serikat.

CDC mengatakan bahwa pada akhir Desember 2020, terdapat laporan yang menunjukkan sedikitnya ada 1.659 kasus MIS-C.

Munculnya varian baru virus corona yang lebih menular, maka kemungkinan akan ada lebih banyak kasus MIS-C yang dapat terjadi.

Baca juga: CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

 

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X