Kompas.com - 28/01/2021, 08:02 WIB
Gambar ilustrasi bayi tyrannosaurus dari Periode Kapur (Cretaceous Period) di Amerika Utara. Ilmuwan menemukan bayi dinosaurus karnivora, termasuk T.rex, terlahir dengan gigi dan siap berburu. ABC/Reuters/Julius CsotonyiGambar ilustrasi bayi tyrannosaurus dari Periode Kapur (Cretaceous Period) di Amerika Utara. Ilmuwan menemukan bayi dinosaurus karnivora, termasuk T.rex, terlahir dengan gigi dan siap berburu.


KOMPAS.com- Untuk pertama kalinya, ilmuwan menemukan sisa-sisa embrio dari sekelompok dinosaurus karnivora, termasuk Tyrannosaurus rex (T-rex).

Berdasarkan temuan itu, ilmuwan mengungkapkan fosil tulang rahang dan tulang cakar, menunjukkan bahwa bayi-bayi dinosaurus pemakan daging terlahir siap untuk berburu, dikutip dari ABC, Rabu (27/1/2021).

Para peneliti mengatakan bahwa fosil tersebut mewakili dua spesies dari keluarga tyrannosaurus, predator puncak di Asia dan Amerika Utara selama Periode Kapur (Cretaceous Period) menjelang akhir zaman dinosaurus.

Tulang-tulang yang dianalisis tersebut mengindikasikan bahwa tulang tersebut lebih besar dari kebanyakan bayi dinosaurus yang diketahui.

Baca juga: Pertama Kali, Ahli Temukan Bayi Dinosaurus T-Rex

 

Fosil embrio dinosaurus karnivora yang diteliti memiliki panjang satu meter atau seukuran anjing.

Tentunya, pasti bayi-bayi tersebut menetas dari telur yang sangat besar, kemungkinan panjangnya lebih dari 43 cm, lebih panjang dari telur dinosaurus terbesar yang saat ini diketahui.

Ahli paleontologi University of Edinburgh Greg Funston, penulis utama penelitian yang telah diterbitkan dalam Canadian Journal of Earth Science mengatakan betapa miripnya tulang embrio dengan tyrannosaurus remaja dan dewasa yang lebih tua.

Funston juga mencatat bahwa rahang bayi dinosaurus T.rex memiliki gigi fungsional.

Baca juga: Tak Hanya T-rex, Ini Bukti Dinosaurus Karnivora Besar Pernah Hidup di Australia

 

Ilustrasi dinosaurus karnivora, keluarga Tyrannosaurus rex (T-Rex), T.rex.SHUTTERSTOCK/Orla Ilustrasi dinosaurus karnivora, keluarga Tyrannosaurus rex (T-Rex), T.rex.

"Jadi meskipun kami tidak bisa mendapatkan gambaran lengkap, apa yang kami lihat (bayi dinosaurus karnivora) sangat mirip dengan orang dewasa," kata Funston.

Lebih lanjut Funston mengatakan, tampaknya tyrannosaurus sudah memiliki beberapa adaptasi kunci yang memberi tyrannosaurus (T.rex) gigitan yang kuat.

"Jadi kemungkinan besar mereka mampu berburu dengan cukup cepat setelah lahir, tapi kami membutuhkan lebih banyak fosil untuk mengetahui dengan tepat seberapa cepat itu," jelas Funston.

Tulang rahang pada fosil embrio dinosaurus karnivora ini berusia sekitar 77 juta tahun, dengan panjang sekitar 3 cm dan ditemukan di negara bagian Montana, Amerika Serikat.

Baca juga: Dijuluki Si Dewa Kematian, Dinosaurus ini Masih Sepupu T-Rex

 

Kemungkinan, para ilmuwan menduga bahwa fosil embrio itu milik spesies yang disebut Daspletosaurus.

Fosil embrio lainnya yang diamati yakni memiliki cakar berbentuk baji berusia sekitar 72 juta tahun itu berasal dari provinsi Alberta Kanada.

Diduga fosil tersebut milik spesies dinosaurus Albertosaurus.

Kedua dinosaurus ini adalah sepupu Tyrannosaurus rex yang sedikit lebih kecil. Tyrannosaurus terbesar yang diketahui memiliki panjang 12 meter dan berat 8 ton.

Namun, rahang pada fosil embrio bayi dinosaurus yang diamati memiliki ciri khas T-rex, termasuk alur yang dalam dan dagu yang menonjol.

Baca juga: Tulang T-rex Muda Patahkan Mitos Adanya Tyrannosaurus Kerdil

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ABC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.