Pengurutan Genom Mutasi Virus Corona Baru CDC Tak Capai Target

Kompas.com - 23/01/2021, 12:01 WIB
Ilustrasi genom virus corona, pengurutan genom virus, mutasi virus corona. CDC minta pengurutan genom virus corona di Amerika Serikat (AS) dapat dilipatgandakan atau ditingkatkan untuk memantau mutasi virus SARS-CoV-2. SHUTTERSTOCK/Leigh PratherIlustrasi genom virus corona, pengurutan genom virus, mutasi virus corona. CDC minta pengurutan genom virus corona di Amerika Serikat (AS) dapat dilipatgandakan atau ditingkatkan untuk memantau mutasi virus SARS-CoV-2.


KOMPAS.com- Melipatkan gandakan pengurutan genom menjadi target Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) untuk mengawasi mutasi virus corona baru.

CDC Amerika Serikat pada awal tahun ini telah menyampaikan akan melipat gandakan pengurutan genom virus SARS-CoV-2 untuk mengawasi potensi berbahaya dari kemungkinan munculnya varian baru virus corona.

Targetnya dapat mengurutkan sekitar 3.500 sampel virus corona tambahan per minggu. Namun, hingga pekan ini, hanya sekitar 2.250 hingga 2.650 sampel tambahan yang diurutkan, seperti diberitakan CNN, Jumat (22/1/2021).

Menurut CDC, dengan lebih banyak laboratorium swasta yang dilibatkan, maka diharapkan dapat membantu upaya pengurutan genom SARS-CoV-2 tersebut.

Baca juga: Awasi Mutasi Virus di AS, CDC Harap Pengurutan Genom Virus Corona Ditingkatkan

 

Berburu mutasi baru adalah bagian penting dalam memerangi penyebaran virus corona.

Meskipun sebagian besar mutasi virus ini tidak berbahaya, namun beberapa mungkin dapat menyebar lebih cepat, lebih mematikan, atau terbukti kebal terhadap vaksin virus corona.

Amerika Serikat telah dikritik terkait rendahnya pengawasan mutasi virus corona, dengan upaya pengurutan genom oleh banyak ahli di dunia.

Menurut analisis Broad Institute of Harvard dan Massachusetts Institute of Technology dengan menggunakan data dari GISAID, AS berada di peringkat ke-33 di dunia untuk urutan per 1.000 kasus Covid-19.

Baca juga: Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

 

Peringkat AS tersebut tertinggal jauh dari negara-negara yang memiliki jauh lebih sedikit sumber daya, seperti Senegal dan Burkina Faso.

"Kami bahkan tidak melakukan sebaik Ouagadougou (ibu kota Burkina Faso)," kata Dr. Peter Hotez, spesialis penyakit menular di Baylor College of Medicine.

Joe Biden, presiden Amerika Serikat terpilih pada pekan lalu mengatakan akan meningkatkan pendanaan untuk upaya pengawasan virus corona begitu dia menjabat.

"Kami sama sekali tidak memiliki jenis kemampuan pengawasan yang kuat yang dibutuhkan untuk melacak wabah dan mutasi virus corona," menurut rencana penyelamatan Amerika Biden yang dikeluarkan minggu lalu.

Baca juga: Kabar Baik, Vaksin Covid Pfizer Efektif Lawan Mutasi Virus Corona Baru

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X