BMKG Ungkap 59 Kali Gempa Dirasakan Masyarakat sejak Awal Januari 2021

Kompas.com - 22/01/2021, 20:30 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan bahwa sejak awal Januari 2021, di wilayah Indonesia terjadi peningkatan aktivitas gempa hingga 59 kali yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa total gempa dirasakan (felt earthquake) di wilayah Indonesia sejak tanggal 1 hingga 22 Januari 2021 hari ini, tercatat sebanyak 59 kali.

Berikut rinciannya berdasarkan lokasi sumber gempa di wilayah masing-masing provinsi, dan 5 terbanyak ada di provinsi berikut.

1. Sulawesi Tengah (10 kali)

2. Sulawesi Barat (7 kali)

3. Nusa Tenggara Timur (6 kali)

4. Lampung (4 kali)

5. Papua Barat (4 kali)

Baca juga: BMKG: 4 Fakta Peningkatan Aktivitas Gempa Januari 2021 Dibandingkan 2020

Namun, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan bahwa di beberapa provinsi lain juga terjadi beberapa gempa, seperti berikut:

1. Aceh

2. Sulawesi Utara

3. Nusa Tenggara Barat

4. Jawa Barat

5. Bengkulu

6. DI Yogyakarta

7. Papua

8. Sulawesi Selatan

9. Bali

10. Gorontalo

11. Jawa Tengah

12. Maluku

13. Maluku Utara

14. Sumbar

15. Sumatera Utara

"Adanya femomena peningkatan aktivitas gempa signifikan dan dirasakan di berbagai wilayah ini belum dapat diketahui secara pasti penyebabnya," kata Daryono kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Magnitudo Gempa Talaud Lebih Besar, Kenapa Tidak Separah Gempa Majene?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X