Ilustrasi virus corona KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi virus corona

Apakah Virus Bisa Berhenti dan Hilang Sendiri?

22/01/2021, 20:04 WIB
Bagaimana sebuah virus berhenti? - Angela Gaganis, kelas 1, Adelaide, Australia

Bagaimana dan kapan Covid-19 akan berakhir?

SARS adalah virus yang mirip dengan Covid-19. SARS diidentifikasi pada 2003 dan menginfeksi lebih dari 8.000 orang. Tapi sejak 2004, SARS tidak pernah terdeteksi lagi pada manusia.

Kita menyingkirkan SARS lewat beberapa usaha, termasuk isolasi dan karantina.

Kita menggunakan upaya yang sama untuk melawan Covid-19. Lalu kenapa kita belum berhasil menyingkirkan Covid-19?

Salah satu masalah terbesar adalah Covid-19 bisa menyebar tanpa menyebabkan orang merasa sakit. Ini artinya, kita bisa menyebarkan virus walau kita tidak batuk atau hidung kita tidak tersumbat.

Karena alasan inilah, beberapa ilmuwan mengatakan bahwa kita tidak akan mampu sepenuhnya menyingkirkan virus Covid-19.

Alih-alih, Covid-19 akan menjadi penyakit yang membuat beberapa orang sakit setiap tahun, mirip dengan flu. Covid-19 hampir pasti akan bersama kita untuk waktu yang lama, bahkan setelah pandemi berakhir.

Erin Smith

Associate Professor in Disaster and Emergency Response, School of Medical and Health Sciences, Edith Cowan University

Artikel ini tayang di Kompas.com berkat kerja sama dengan The Conversation Indonesia. Tulisan di atas diambil dari artikel asli berjudul "Curious Kids: bagaimana virus berhenti?". Isi di luar tanggung jawab Kompas.com.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Oh Begitu
Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Fenomena
Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Oh Begitu
Studi Ungkap Ada 2,5 Miliar T-Rex yang Pernah Menghuni Bumi

Studi Ungkap Ada 2,5 Miliar T-Rex yang Pernah Menghuni Bumi

Fenomena
Rentetan 6 Gempa di Selatan Lombok - Sumbawa, Ingatkan Gejer Bali

Rentetan 6 Gempa di Selatan Lombok - Sumbawa, Ingatkan Gejer Bali

Fenomena
Puasa untuk Pasien yang Sembuh Covid-19 Menurut Ahli

Puasa untuk Pasien yang Sembuh Covid-19 Menurut Ahli

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Sistem Kekebalan Anak Lebih Kuat Melawan Virus Corona

Peneliti Ungkap Alasan Sistem Kekebalan Anak Lebih Kuat Melawan Virus Corona

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Surigae, Dampak Cuaca di Raja Ampat hingga Maluku

Update Siklon Tropis Surigae, Dampak Cuaca di Raja Ampat hingga Maluku

Fenomena
Lagi, Gempa M 5,4 Guncang Selatan Bali - Nusa Tenggara Tak Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa M 5,4 Guncang Selatan Bali - Nusa Tenggara Tak Berpotensi Tsunami

Oh Begitu
Asal-usul Nama Kediri, Ada di Dalam Prasati Kwak hingga Prosesi Manusuk Sima

Asal-usul Nama Kediri, Ada di Dalam Prasati Kwak hingga Prosesi Manusuk Sima

Oh Begitu
NASA Bagikan Foto Pola Biru Aneh di Kutub Mars, Apa Itu?

NASA Bagikan Foto Pola Biru Aneh di Kutub Mars, Apa Itu?

Oh Begitu
Tulang Berusia 6000 Tahun Ungkap Domestikasi Anjing di Arab

Tulang Berusia 6000 Tahun Ungkap Domestikasi Anjing di Arab

Oh Begitu
UEA Bakal Kirim Wahana ke Bulan pada 2022, Gandeng iSpace Jepang

UEA Bakal Kirim Wahana ke Bulan pada 2022, Gandeng iSpace Jepang

Oh Begitu
Cotton Bud Berawal dari Tusuk Gigi yang Ditancapkan Kapas

Cotton Bud Berawal dari Tusuk Gigi yang Ditancapkan Kapas

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

[POPULER SAINS] Kata Psikolog Soal Netizen Indonesia Hujat Pengantin Gay Thailand | Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak

Oh Begitu
komentar
Close Ads X