Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Penularan Virus Corona, dari Transmisi Pernapasan hingga Tinja

Kompas.com - 21/01/2021, 13:00 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

Sumber WebMD

KOMPAS.com - Tercatat ada lebih dari 97 juta kasus Covid-19 di seluruh dunia, dengan jumlah kematian lebih dari dua juta.

Sementara di Indonesia, total kasus Covid-19 di Indonesia 939.948 orang. Setiap harinya belasan ribu kasus bertambah.

Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (20/1/2021) pukul 12.00 WIB, terdapat 149.388 kasus aktif Covid-19 atau 15,9 persen dari total kasus terkonfirmasi.

Untuk mencegah penularan semakin meluas, penting bagi kita memahami cara penyebaran virus corona agar tidak terinfeksi dan menulari orang lain.

Dilansir WebMD, para ahli mengatakan penularan virus corona SARS-CoV-2 antar manusia dapat terjadi karena empat cara.lar

Baca juga: ASI Eksklusif di Indonesia Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19

1. Tetesan pernapasan (droplets) dan aerosol

Ketika orang yang terinfeksi Covid-19 batuk, bersin, atau berbicara, droplets atau partikel kecil yang disebut aerosol membawa virus ke udara dari hidung atau mulut mereka.

Siapapun yang berada dalam jarak 2 meter dari pembawa virus tersebut dapat menghirupnya ke paru-paru mereka.

Ilustrasi penularan Covid-19 melalui airborne Dok. SHUTTERSTOCK/METAMORWORKS Ilustrasi penularan Covid-19 melalui airborne

2. Transmisi udara

Penelitian menunjukkan bahwa virus dapat hidup di udara hingga 3 jam.

Virus dapat masuk ke paru-paru Anda jika seseorang menghirup udara yang mengandung virus itu.

Para ahli masih menyelidiki atas seberapa sering virus menyebar melalui jalur udara dan seberapa besar kontribusinya terhadap pandemi.

3. Transmisi permukaan benda

Ilustrasi membersihkan kemasan makanan setelah berbelanja untuk menghindari penularan virus corona yang menyebabkan Covid-19. SHUTTERSTOCK/Maridav Ilustrasi membersihkan kemasan makanan setelah berbelanja untuk menghindari penularan virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Cara lain untuk tertular virus corona baru adalah ketika Anda menyentuh permukaan tempat seseorang yang terkena virus batuk atau bersin.

Anda mungkin menyentuh meja atau gagang pintu yang terkontaminasi lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata Anda.

Virus dapat hidup di permukaan seperti plastik dan baja tahan karat selama 2 hingga 3 hari.

Untuk menghindari hal ini terjadi, bersihkan dan desinfeksi semua meja dapur, kenop, dan permukaan lain yang Anda dan keluarga sentuh beberapa kali sehari.

4. Feses-oral

Studi juga menunjukkan bahwa partikel virus dapat ditemukan di feses atau tinja orang yang terinfeksi.

Tetapi para ahli tidak yakin apakah infeksi dapat menyebar melalui kontak dengan tinja orang yang terinfeksi.

Jika orang tersebut menggunakan kamar mandi dan tidak mencuci tangan, mereka dapat menempelkan virus ke benda yang disentuhnya dan menularkan virus ke orang lain.

Baca juga: 3 Pertanyaan Penting Terkait Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Ahli

Virus paling sering menyebar melalui orang yang memiliki gejala.

Namun bukan tidak mungkin virus menyebar dari orang dengan Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala apa pun.

Beberapa orang yang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi Covid-19 dapat menularkannya ke orang lain. Ini disebut penyebaran asimtomatik.

Anda juga dapat menularkannya sebelum Anda melihat tanda-tanda infeksi, yang disebut penyebaran presymptomatic.

Pencegahan virus akan efektif hanya jika kita juga menerapkan protokol kesehatan lain di saat bersamaan.

Ini termasuk kebersihan yang ketat saat mengenakan masker, pembuangan yang benar dari barang sekali pakai yang mungkin terkontaminasi, cuci tangan secara teratur dengan sabun, dan jaga jarak.

Selain itu, lingkungan sekitar harus selalu didisinfeksi secara sistematis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com