ASI Eksklusif di Indonesia Meningkat Tajam Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 20/01/2021, 18:28 WIB
Ilustrasi pemberian ASI Eksklusif. SHUTTERSTOCKIlustrasi pemberian ASI Eksklusif.


KOMPAS.com- Berdasarkan penelitian terbaru angka keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif selama pandemi Covid-19 di Indonesia menunjukkan prevalensi yang meningkat tajam.

Penelitian perilaku ibu menyusuia selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia oleh tim peneliti Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan bahwa prevalensi keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2020 mencapai sebesar 89,4 persen.

Dijelaskan oleh Ketua Tim Peneliti, Dr dr Ray Wagiu Basrowi bahwa hasil penelitian terbaru ini merupakan suatu keberhasilan yang terjadi di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir sejak tahun 2020 hingga saat ini.

Pasalnya, pada tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda, Indonesia tergolong negara yang rendah keberhasilan program ASI eksklusif di dunia, dengan prevalensi sekitar 30-50 persen saja secara nasional.

Baca juga: Ibu Positif HIV Bisa Melahirkan Normal dan ASI Eksklusif

 

Bahkan terlebih pada kelompok ibu pekerja, angka keberhasilan pemberian ASI Eksklusif kelompok tersebut hanyalah berkisar 19-47 persen.

"Ditengah situasi yang begini, ini (meningkatnya prevalensi ASI Eksklusif) adalah kabar gembira untuk kita. Apalagi ASI Eksklusif itu berkaitan dan berdampak pada status kesehatan bangsa," ujarnya, Rabu (20/1/2021).

Untuk diketahui, penelitian ini dilakukan dengan banyak landasan dasar atau latar belakang, dan berkaitan dengan prediksi pandemi Covid-19 akan mengakibatkan dampak buruk pada banyak aspek. Di antaranya seperti berikut.

  • Perubahan pola hidup
  • Disrupsi sistem di seluruh dunia, termasuk di Indonesia
  • Fasilitas dan pelayanan kesehatan fokus penanganan Covid-19
  • Banyak pelayanan kesehatan rutin terngganggu
  • Posyandu dan pelayanan konseling ibu hamil dan menyusui di Puskesmas berhenti selama PSBB dan tidak full-time setelah PSBB

Sehingga, Ray berkata, kondisi-kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada perilaku laktasi dan ibu menyusui Indonesia.

Baca juga: Pentingnya ASI Eksklusif, Manfaatnya bagi Imunitas hingga Tumbuh Kembang Bayi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X