Kompas.com - 19/01/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

2. Stres Membuat Penyakit Lebih Sulit Diobati

"Ada bukti jelas bahwa stres, kecemasan, dan depresi membuat penyakit lebih sulit diobati," kata Dr. Meadows.

"Saya memiliki banyak pasien yang, kecuali stres mereka ditangani lebih dulu – maka, hampir tidak mungkin untuk mengobati penyakit mereka."

Tingkat stres yang redah, dapat membuat perbedaan signifikan dalam pengobatan.

Sedangkan terlalu banyak stres akan menurunkan sistem kekebalan Anda, sehingga Anda juga tidak bisa melawan infeksi.

Baca juga: Peneliti Temukan Cara Baru Deteksi Hormon Stres Lewat Kotoran Telinga

3. Stres Meningkatkan Risiko Kanker

Apakah stres benar-benar dapat menyebabkan kanker, hal ini masih diperdebatkan. Tetapi bukti menunjukkan, bahwa stres terkait dengan peningkatan risiko penyakit.

Sebuah studi pada bulan Oktober 2017 yang diterbitkan dalam Laporan Ilmiah, meneliti hubungan antara tingkat stres dan kanker pada lebih dari 100.000 orang.

Sementara para peneliti tidak menemukan korelasi antara stres jangka pendek dan kanker, mereka menemukan bahwa mereka yang mengalami stres tingkat tinggi yang konsisten untuk periode waktu yang lama memiliki risiko 11 persen lebih besar untuk mengembangkan kanker.

Korelasi ini ditemukan lebih mungkin pada pria.

Demikian pula, para peneliti menemukan hubungan yang signifikan antara stres kerja dan risiko kanker dalam meta-analisis studi observasi, yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer edisi Desember 2018.

Lebih khusus lagi, mereka menemukan hubungan antara stres kerja dan risiko kanker kolorektal, paru-paru dan esofagus, dan tidak ada hubungan dengan risiko kanker prostat, ovarium atau payudara.

4. Stres Meningkatkan Risiko Penyakit Autoimun

Menurut sebuah studi pada Juni 2018, yang diterbitkan dalam Journal of American Medicine, tingkat stres yang intens berpotensi meningkatkan peluang untuk mengembangkan penyakit autoimun.

Para peneliti membandingkan lebih dari 106.000 orang yang didiagnosis dengan gangguan stress, dengan lebih dari 1 juta orang tanpa mereka tahu bahwa stres berkaitan dengan risiko 36 persen lebih besar untuk mengembangkan lusinan penyakit autoimun, termasuk penyakit Crohn, psoriasis, dan rheumatoid arthritis.

"Pasien yang menderita reaksi emosional yang parah setelah trauma atau penyebab stres hidup lainnya, harus mencari perawatan medis,” kata ketua penelitian tersebut Dr. Huan Song, dalam sebuah pernyataan.

“Karena risiko kronisitas gejala ini dan dengan demikian kesehatan akan menurun, seperti peningkatan risiko penyakit autoimun," tutupnya.

Baca juga: Bagaimana Stres Membuat Kita Jadi Gampang Sakit?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Jejak Kaki Berumur 100.000 Tahun Ungkap Anak Neanderthal Bermain Pasir di Pantai

Oh Begitu
Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Kotoran Kelelawar Berusia 4300 Bantu Ungkap Masa Lalu Bumi

Fenomena
Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Maia Estianty 2 Kali Positif Covid-19, Mengapa bisa Tertular Lagi?

Kita
Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Gempa Hari Ini: Selatan Jawa Barat Diguncang Gempa Bumi M 5,1

Fenomena
BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

BMKG: Awas Siklon Tropis Surigae Bisa Berkembang Jadi Badai Topan

Fenomena
7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

7 Polemik Vaksin Nusantara, Uji Klinis Lanjut Meski Tak Ada Izin BPOM

Oh Begitu
Vaksin Nusantara Belum Diuji pada Hewan, Ahli Sebut Tak Wajar Diuji Langsung ke DPR

Vaksin Nusantara Belum Diuji pada Hewan, Ahli Sebut Tak Wajar Diuji Langsung ke DPR

Oh Begitu
Kemacetan Terusan Suez Picu Lonjakan Polusi, Tampak dari Luar Angkasa

Kemacetan Terusan Suez Picu Lonjakan Polusi, Tampak dari Luar Angkasa

Fenomena
BMKG Ungkap 4 Penyebab Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Malang

BMKG Ungkap 4 Penyebab Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Malang

Fenomena
Bibit Siklon Tropis 94W Terdeteksi, BMKG Minta Jangan Anggap Sepele

Bibit Siklon Tropis 94W Terdeteksi, BMKG Minta Jangan Anggap Sepele

Oh Begitu
Demi Kesehatan Tubuh, Ini 4 Jenis Makanan Terbaik untuk Berbuka Puasa

Demi Kesehatan Tubuh, Ini 4 Jenis Makanan Terbaik untuk Berbuka Puasa

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Kotamobagu Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Kotamobagu Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
Saling Jaga di Dunia Hewan, Monyet Betina Peringatkan Jantan Saat Ada Predator

Saling Jaga di Dunia Hewan, Monyet Betina Peringatkan Jantan Saat Ada Predator

Oh Begitu
Bisakah Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan? Ini Kata Dokter

Bisakah Vaksinasi Covid-19 saat Puasa Ramadhan? Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Gajah Ternyata Bisa Meniru Suara yang Didengarnya

Serba-serbi Hewan: Gajah Ternyata Bisa Meniru Suara yang Didengarnya

Oh Begitu
komentar
Close Ads X