Jangan Lewatkan 3 Asteroid yang Akan Lewat Dekat Bumi di Januari 2021

Kompas.com - 17/01/2021, 20:45 WIB
Ilustrasi asteroid. NASA akan meluncurkan misi luar angkasa Lucy yang pertama ke asteroid Trojan yang mengorbit Matahari. Asteroid Trojan memegang petunjuk penting tentang sejarah tata surya, dan bahkan mungkin asal muasal bahan organik di Bumi. SHUTTERSTOCK/Dima ZelIlustrasi asteroid. NASA akan meluncurkan misi luar angkasa Lucy yang pertama ke asteroid Trojan yang mengorbit Matahari. Asteroid Trojan memegang petunjuk penting tentang sejarah tata surya, dan bahkan mungkin asal muasal bahan organik di Bumi.

KOMPAS.com - Bagi Anda penikmat fenomena langit, akan ada tiga asteroid yang akan lewat dekat bumi, pada periode akhir Januari 2021.

Disampaikan oleh astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo, ketiga fenomena asteroid tersebut adalah Asteroid 65717 (1993 BX3), Asteroid 2020 PP dan Asteroid 468727 (2010 JE87). Berikut penjelasan rincinya.

1. Asteroid 65717 (1993 BX3)

Disebutkan bahwa, Asteroid 65717 (1993 BX3) akan lewat dekat Bumi pada Minggu 17 Januari 2021.

Asteroid 65717 (1993 BX3) ditemukan pada tahun 1993, memiliki diameter 246 m dan tergolong asteroid dekat-bumi kelas Apollo sehingga memiliki orbit yang bisa bersinggungan dengan orbit Bumi.

"Pada Minggu 17 Januari 2021 asteroid ini akan lewat di dekat Bumi dalam jarak 18,5 kali lipat jarak rata-rata Bumi-Bulan atau setara 7,1 juta kilometer," kata Marufin kepada Kompas.com, Jumat (1/1/2021).

Namun, ditegaskan Marufin, asteroid ini tidak memiliki potensi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga satu abad ke depan.

Baca juga: Mirip Batu Bara, Ilmuwan Rilis Foto Sampel Material Asteroid Ryugu

2. Asteroid 2020 PP

Untuk asteroid yang kedua, yaitu Asteroid 2020 PP juga diprediksikan akan lewat dekat Bumi, yaitu pada Sabtu 23 Januari 2021.

Untuk diketahui, Asteroid 2020 PP ditemukan pada tahun 2020, memiliki diameter 218 m dan tergolong asteroid dekat-bumi kelas Apollo sehingga memiliki orbit yang bisa bersinggungan dengan orbit Bumi.

Pada Sabtu (23/1/2021), asteroid ini akan lewat di dekat Bumi dalam jarak 18,2 kali lipat jarak rata-rata Bumi-Bulan atau setara 7 juta kilometer.

Sama halnya dengan asteroid pertama, asteroid kedua ini juga tidak memiliki potensi untuk bertabrakan dengan Bumi, setidaknya hingga satu abad ke depan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin mRNA Pfizer Berhasil Netralkan Varian Virus Corona Brasil

Vaksin mRNA Pfizer Berhasil Netralkan Varian Virus Corona Brasil

Fenomena
BPOM: Efikasi Vaksin AstraZeneca 62,1% dengan Efek Samping Ringan-Sedang

BPOM: Efikasi Vaksin AstraZeneca 62,1% dengan Efek Samping Ringan-Sedang

Kita
Seri Hewan Nusantara: Hilang 170 Tahun, Burung Misterius Muncul di Hutan Kalimantan

Seri Hewan Nusantara: Hilang 170 Tahun, Burung Misterius Muncul di Hutan Kalimantan

Fenomena
Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat

Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Bisakah Hewan Melahirkan Anak Kembar?

Serba-serbi Hewan: Bisakah Hewan Melahirkan Anak Kembar?

Oh Begitu
80 Persen Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Cegah Covid-19 Parah

80 Persen Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Cegah Covid-19 Parah

Oh Begitu
Serangga Ini Pura-pura Mati hingga 1 Jam, untuk Apa?

Serangga Ini Pura-pura Mati hingga 1 Jam, untuk Apa?

Fenomena
Vaksin AstraZeneca Terbuat dari Adenovirus Simpanse, Apa Itu?

Vaksin AstraZeneca Terbuat dari Adenovirus Simpanse, Apa Itu?

Oh Begitu
Untuk Pertama Kali, Astronom Temukan Aktivitas Tektonik di Eksoplanet

Untuk Pertama Kali, Astronom Temukan Aktivitas Tektonik di Eksoplanet

Oh Begitu
Viral Kuda Nil Taman Safari Diberi Makan Botol Plastik, Ahli: Bisa Sebabkan Kematian

Viral Kuda Nil Taman Safari Diberi Makan Botol Plastik, Ahli: Bisa Sebabkan Kematian

Oh Begitu
Nikmati Selagi Bisa, Tingkat Oksigen di Bumi Turun Drastis 1 Miliar Tahun Lagi

Nikmati Selagi Bisa, Tingkat Oksigen di Bumi Turun Drastis 1 Miliar Tahun Lagi

Oh Begitu
Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Perbedaan Vaksin AstraZeneca Vs Sinovac

Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Perbedaan Vaksin AstraZeneca Vs Sinovac

Oh Begitu
Penggundulan Hutan untuk Sawit Turun 58 Persen pada 2020, Kok Bisa?

Penggundulan Hutan untuk Sawit Turun 58 Persen pada 2020, Kok Bisa?

Fenomena
Terapi Ini bisa Bantu Pulihkan Anosmia Pasien Covid-19

Terapi Ini bisa Bantu Pulihkan Anosmia Pasien Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Ghosting Disebut Psikolog Kurang Ajar | Nyeri Punggung Gejala Baru Covid-19

[POPULER SAINS] Ghosting Disebut Psikolog Kurang Ajar | Nyeri Punggung Gejala Baru Covid-19

Oh Begitu
komentar
Close Ads X