Kompas.com - 17/01/2021, 09:43 WIB

KOMPAS.com - Gunung Semeru yang terletak di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur erupsi pada Sabtu (16/1/2021) pukul 17.24.

Meletusnya Gunung Semeru dikonfirmasi oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

"Sore ini, jam 17.24 (WIB) gunung Semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4.5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," tulis Bupati Thoriqul dalam twitnya, Sabtu (16/1/2021).

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, aktivitas vulkanik masih tinggi.

Baca juga: Akankah Semeru Meletus Lagi dalam Waktu Dekat? Ini Kata Mbah Rono

"Aktivitas vulkaniknya masih tinggi. Kejadian awan guguran terjadi 1 kali kemarin, dengan jarak luncuran sekitar 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan," kata Kasbani kepada Kompas.com, Minggu (17/1/2021).

PVMBG tidak mengubah status gunung berapi yang tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Hingga saat ini, Gunung Semeru tetap dinyatakan berstatus Waspada (Level II).

"Status masih level II ( waspada). Kami terus memantau intensif perkembangan aktivitas Gunung Semeru," imbuh Kasbani.

Gunung Semeru terkini

Berdasar data periode pengamatan hingga pukul 6.00 WIB, Minggu (17/1/2021), gunung Semeru dominan tertutup kabut, yakni kabut 0-I hingga kabut 0-II.

"Asap kawah tidak teramati dan terdengar 3 kali suara letusan atau gemuruh," menurut laporan yang disusun Mukdas Sofian.

Selain itu dilaporkan juga telah terjadi letusan 8 kali, guguran 1 kali dengan durasi 50 detik, hembusan 7 kali, dan tremor harmonik 5 kali.

Baca juga: 5 Fakta Gunung Semeru Meletus dan Rekomendasi PVMBG

Rekomendasi

Karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih tinggi, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat mematuhi 4 hal ini:

  1. Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.
  2. Agar Masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
  3. Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.
  4. Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di G. Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yg sudah terbentuk).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.