Gempa Hari Ini: M 3,6 Guncang Kebumen dan Banyumas, Dipicu Sesar Aktif

Kompas.com - 14/01/2021, 09:26 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Tiga menit setelah kawasan Tobelo, Maluku Utara, diguncang gempa dengan kekuatan M 5,0, gempa lain mengguncang Jawa.

Wilayah Kebumen dan Banyumas, Jawa Tengah diguncang gempa tektonik di hari Kamis (14/1/2021) pada pukul 00.36 WIB dengan magnitudo 3,6.

Episenter terletak pada koordinat 7,57 LS dan 109,43 BT tepatnya di darat yaitu Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, pada jarak 26 km arah barat daya Kota Kebumen dengan kedalaman 10 km.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Tobelo Maluku Utara, Dipicu Sesar Lokal

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, menurut Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, gempa Kebumen berkekuatan M 3,6 yang terjadi pagi dini hari tadi merupakan jenis gempa dangkal akibat sesar aktif.

"Diduga pembangkit gempa ini adalah Sesar Kebumen yang jalurnya cenderung berarah tenggara - barat laut, melalui utara Kota Kebumen ke arah Waduk Sempor," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya.

Dia menjelaskan, mekanisme sumber gempa ini oblique fault, yaitu kombinasi gerak geser mengiri (sinistral strike-slip) dan turun (normal) dengan nilai jurus strike 154 derajat.

Hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa gempa ini dirasakan di wilayah Rowokele, Sempor, Gombong, Karanganyar, Kebumen, Ayah, Purwokerto, dan Banyumas dalam skala intensitas II MMI. Di mana guncangan dirasakan oleh beberapa orang, benda benda ringan yang di gantung bergoyang dan belum menimbulkan kerusakan.

Hingga pukul 05.00 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak diikuti gempa susulan (aftershock)

Baca juga: Ada 5 Rentetan Gempa Kuat Guncang Indonesia Hari Ini, Apakah Wajar?

Masyarakat diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Upayakan untuk memeriksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pompeii Masih Bikin Takjub, Kini Ahli Temukan Kereta Kuda Nyaris Utuh

Pompeii Masih Bikin Takjub, Kini Ahli Temukan Kereta Kuda Nyaris Utuh

Fenomena
Setahun Pandemi Virus Corona, Manakah Vaksin Covid-19 Terbaik?

Setahun Pandemi Virus Corona, Manakah Vaksin Covid-19 Terbaik?

Oh Begitu
Kilas Balik Setahun Covid-19 di Indonesia, Pengumuman hingga Vaksinasi

Kilas Balik Setahun Covid-19 di Indonesia, Pengumuman hingga Vaksinasi

Oh Begitu
Hari Tanpa Bayangan Sepanjang Maret 2021, Begini Dampaknya bagi Indonesia

Hari Tanpa Bayangan Sepanjang Maret 2021, Begini Dampaknya bagi Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Arti Covid-19 Jadi Endemik | Dampak Klaster Perkantoran pada Keluarga

[POPULER SAINS] Arti Covid-19 Jadi Endemik | Dampak Klaster Perkantoran pada Keluarga

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Peringatan Dini Gelombang Tinggi 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Kuburan Peliharaan Tertua di Dunia Ada di Mesir, Ada 600 Kerangka Kucing dan Anjing

Kuburan Peliharaan Tertua di Dunia Ada di Mesir, Ada 600 Kerangka Kucing dan Anjing

Fenomena
Mulai Malam Ini, Konjungsi Mars-Pleiades dan Merkurius-Jupiter-Saturnus Ada di Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Konjungsi Mars-Pleiades dan Merkurius-Jupiter-Saturnus Ada di Langit Indonesia

Fenomena
Fenomena Langit Maret 2021: Ada Konjungsi Bulan, Mars, Aldebaran

Fenomena Langit Maret 2021: Ada Konjungsi Bulan, Mars, Aldebaran

Fenomena
Bagaimana Kulit Kita Menutup Luka dan Membentuk Keropeng?

Bagaimana Kulit Kita Menutup Luka dan Membentuk Keropeng?

Prof Cilik
Pandemi Covid-19 Akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemik?

Pandemi Covid-19 Akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemik?

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson Sekali Suntik, Apa Bedanya dengan Vaksin 2 Kali Suntikan?

Vaksin Johnson & Johnson Sekali Suntik, Apa Bedanya dengan Vaksin 2 Kali Suntikan?

Oh Begitu
Ikan Vs Ayam, Sumber Protein Mana yang Lebih Baik?

Ikan Vs Ayam, Sumber Protein Mana yang Lebih Baik?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Dampak Covid-19 Klaster Perkantoran pada Keluarga

Ahli Jelaskan Dampak Covid-19 Klaster Perkantoran pada Keluarga

Oh Begitu
Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Bagaimana Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Astronom

Hari Tanpa Bayangan di Indonesia, Bagaimana Bisa Terjadi? Ini Penjelasan Astronom

Fenomena
komentar
Close Ads X