Syafiq Basri Assegaff
Pengamat masalah sosial

Pengamat masalah sosial keagamaan, pengajar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta.

Varian Baru Corona dan Senjata Vaksin Kita, Jangan Sampai Malapetaka Datang

Kompas.com - 14/01/2021, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh Syafiq Basri Assegaff*

SAAT ini kita memang punya senjata vaksin. Tersedia persis pada saat adanya ancaman (varian) virus baru mengadang kita.

Bagaimana reaksi kita dalam beberapa pekan ke depan akan membawa beda hasil yang sangat besar. Jangan sampai malapetaka dulu, ketika cacar (smallpox) membunuh 300 juta orang pada abad ke-20, terulang.

Untunglah vaksin telah menyelamatkan jutaan manusia dari cacar. Dunia juga berharap vaksin akan memberantas polio dalam waktu dekat. Kini harapan besar kita pada pengusiran virus corona dari muka bumi.

Baca juga: Kata Jokowi soal Dokter yang Gemetar Saat Menyuntikkan Vaksin

Setahun ini kita sudah mendalami tentang virus corona. Sang virus pun “mempelajari” kita, calon korbannya, sehingga mereka jadi ‘lebih pintar’ dalam upayanya menginfeksi manusia.

Itulah yang terjadi dengan mutasi pada virus. Miliaran virus di dunia melakukan mutasi, dan satu yang terdeteksi pada Desember 2020 silam di Inggris adalah mutasi virus penyebab Covid-19 menjadi strain baru SARS-CoV-2 yang disebut dengan B.1.1.7.

“Anak” virus ini berhasil memperkuat dirinya, sehingga memiliki daya tular (transmisi) yang 71 persen lebih kuat dari induknya.

Diduga kuat varian baru B.1.1.7 ini ‘lebih pandai’ dalam menghindari respons imun kita dan mereplikasi diri, atau ikatannya pada lokasi di tubuh host (tuan rumah) menjadi lebih kuat dan kondusif dalam upayanya menulari orang lain.

Yang terjadi pada “anak” SARS-CoV-2 ini adalah perubahan belasan gen pada virus, khususnya pada bagian spike protein, bagian luar virus (bayangkan ‘duri’ pada durian) yang merupakan ‘penggaet’ untuk masuk ke dalam  sel host yang diinfeksinya.

Jika sel host itu gembok, maka spike (paku atau ‘duri’) adalah kuncinya.

Untungnya, sejauh ini diketahui bahwa mutasi itu tidak mengubah efektivitas vaksin. Kita tahu bahwa sebagai respons pada infeksi alamiah atau vaksinasi, sistem imunitas akan menghasilkan sejumlah kumpulan antibodi di dalam tubuh.

Baca juga: Epidemiolog: Setelah Vaksin Jangan Langsung Liburan

Meski diperkirakan bahwa di antara mutasi pada varian baru akan berefek pada sebagian wilayah yang dikenali oleh antibodi, tampaknya tidak semua wilayah itu terdampak.

“Tetapi ini bukan ilmu instan, kita masih harus menunggu pengembangan virus dan menerapkan uji (laboratorium) dengan serum-serum yang berbeda dalam beberapa pekan mendatang,” kata guru besar Imperial College London Peter Openshaw, sebagaimana ditulis dalam British Medical Journal (BMJ), 23 December silam.

Sejatinya vaksin membawa manfaat bukan hanya pada yang menerimanya, tetapi secara potensial juga bagi setiap orang, terlebih bagi mereka yang berada di sekitarnya.

Makin berkurang jumlah orang pembawa virus tanpa gejala sakit (orang tanpa gejala, OTG) berarti makin sedikit yang bisa tertular.

Memang indikasinya menunjukkan bahwa makin banyak yang divaksinasi akan semakin mengurangi penularan, meski berapa besar pengurangannya masih dalam penelitian, tetapi perbedaannya mungkin akan sangat substantif.

Lazim diketahui bahwa mereka yang sudah divaksin akan sangat kecil kemungkinannya dihinggapi penyakit; artinya akan terhindar menjadi orang tanpa gejala (asymptomatic) atau OTG.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.