Harun Yahya dan Penolakan pada Teori Evolusi Darwin

Kompas.com - 12/01/2021, 18:41 WIB
Foto arsip yang diambil pada 11 Juli 2018 saat petugas polisi Turki mengawal televangelis dan pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah) alias Harun Yahya di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan. Dia terbukti telah melakukan kejahatan seksual yang mengakibatkannya dipenjara lebih dari 1.000 tahun. AFPFoto arsip yang diambil pada 11 Juli 2018 saat petugas polisi Turki mengawal televangelis dan pemimpin sekte, Adnan Oktar (tengah) alias Harun Yahya di Istanbul, saat dia ditangkap atas tuduhan penipuan. Dia terbukti telah melakukan kejahatan seksual yang mengakibatkannya dipenjara lebih dari 1.000 tahun.


KOMPAS.com- Adnan Oktar atau yang lebih populer dengan nama Harun Yahya adalah sosok penceramah asal Turki yang dikenal selalu membawakan isu-isu Islam dan sains.

Salah satu yang membuat nama Harun Yahya melambung yakni penolakannya terhadap Teori Evolusi Charles Darwin.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (12/1/2021) pengadilan Istanbul, Turki akhirnya menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara bagi Adnan Oktar dengan berbagai tuntutan seperti spionase hingga pelecehan seksual.

Namun, nama Harun Yahya melejit saat dia menentang keras Teori Evolusi Darwin, dan berusaha menjabarkan teori penciptaan (kreasionisme) yang dianutnya.

"Darwin dan teorinya sudah mati," kata Adnan Oktar, seperti dikutip dari The Wall Street Journal.

Baca juga: Hipotesis Evolusi Darwin Terbukti, Spesies dapat Hasilkan Subspesies

 

Pendiri dan presiden kehormatan dari Science Research Foundation itu menyanggah teori Darwin dan menyebut bahwa teori evolusinya adalah tipuan setan terbesar bagi umat manusia.

Adnan Oktar tak memiliki latar belakang sains, dia adalah lulusan desain interior yang hanya ditempuhnya dalam beberapa tahun saja.

"Dia benar-benar bodoh," kata Richard Dawkins, seorang ahli biologi evolusi dan profesor di University of Oxford.

Dalam sebuah wawancara tahun 2015 lalu, Dawkins mengungkapkan beberapa kekonyolan dalam buku Atlas of Creation yang ditulis Harun Yahya.

Baca juga: Hipotesis Evolusi Darwin Terbukti, Spesies dapat Hasilkan Subspesies

 

Buku ini sangat terkenal dan telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.

Atlas of Creation atau Atlas Pencitpaan, sebuah buku yang dikemas epik dan telah dipublikasikan sejak tahun 2006.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Adnan Oktar selalu menyebut bahwa Darwin berbohong dan tidak ada evolusi seperti yang disampaikan dalam teorinya.

Baca juga: Teori Baru Klaim Charles Darwin Idap Penyakit Ganas Semasa Hidupnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Obesitas Bisa Jadi Pemicu Penyakit, Ketahui Penyebab dan Cara Mengukurnya

Obesitas Bisa Jadi Pemicu Penyakit, Ketahui Penyebab dan Cara Mengukurnya

Kita
Fosil Dinosaurus di Argentina Berasal dari Keluarga Titanosaurus Tertua

Fosil Dinosaurus di Argentina Berasal dari Keluarga Titanosaurus Tertua

Fenomena
Vaksin Anhui China Berbasis Rekombinan Segera Digunakan di Uzbekistan

Vaksin Anhui China Berbasis Rekombinan Segera Digunakan di Uzbekistan

Oh Begitu
10 Pertanyaan Awam soal Vaksin Covid-19 dan Penyakit yang Dimiliki, Ini Jawaban IDI

10 Pertanyaan Awam soal Vaksin Covid-19 dan Penyakit yang Dimiliki, Ini Jawaban IDI

Kita
Sejarah Kehidupan Komodo, Ahli Sebut Asalnya Justru dari Australia

Sejarah Kehidupan Komodo, Ahli Sebut Asalnya Justru dari Australia

Fenomena
Varian Virus Corona Brasil Disebut Ilmuwan Lebih Mudah Menular

Varian Virus Corona Brasil Disebut Ilmuwan Lebih Mudah Menular

Fenomena
Setahun Pandemi Covid-19, Layanan Telemedis Masih Dibutuhkan Masyarakat Indonesia

Setahun Pandemi Covid-19, Layanan Telemedis Masih Dibutuhkan Masyarakat Indonesia

Oh Begitu
Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga, Kok Bisa?

Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga, Kok Bisa?

Oh Begitu
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Gejala Mirip Varian Asli

Oh Begitu
CDC: 7 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dan Mempertahankannya

CDC: 7 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dan Mempertahankannya

Oh Begitu
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Kasus Covid-19 Global Naik | Mobil Listrik Lebih Baik?

[POPULER SAINS] Kasus Covid-19 Global Naik | Mobil Listrik Lebih Baik?

Fenomena
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia, Ini 4 Hal yang Perlu Diketahui

Oh Begitu
Setahun Covid-19 Indonesia Ini Inovasi Karya Anak Bangsa Lawan Pandemi Corona

Setahun Covid-19 Indonesia Ini Inovasi Karya Anak Bangsa Lawan Pandemi Corona

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan, Tahan Napas hingga Kompres Dingin

Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan, Tahan Napas hingga Kompres Dingin

Oh Begitu
komentar
Close Ads X