Kompas.com - 10/01/2021, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Sektor transportasi udara atau penerbangan Indonesia kembali berduka setelah jatuhnya pesawat berpenumpang Sriwijaya Air SJ182.

Pesawat boeing 737-524 Sriwijaya Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) siang.

Disebutkan bahwa pesawat yang membawa 6 awak dan 56 penumpang ini telah mengalami hilang kontak di sekitar pukul 14.36 WIB di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Baca juga: Mengenal Critical Eleven, Dua Waktu Kritis dalam Penerbangan Pesawat

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak Oktober 2020, telah memprediksikan bahwa Puncak Musim Hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021.

Di mana pada saat puncak musim hujan terjadi, maka potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia ikut meningkat.

Bahkan, Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto juga mengatakan, untuk tujuh hari ke depan diprediksikan potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir, serta gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Sehingga bagi sektor transportasi udara, cuaca ekstrem ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.

Untuk penerbangan, berdasarkan analisis dan prediksi BMKG yang disampaikan Desember lalu dan selalu diperbarui, Guswanto berkata, saat ini secara umum masih berpotensi tinggi terjadinya pembentukan awan-awan Cumulonimbus (CB) yang dapat membahayakan penerbangan.

Baca juga: Keluarga Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Diimbau Datangi Posko Antemortem, Apa Itu?

Potensi pembentukan awan CB tersebut terutama di wilayah berikut;

- Aceh

- Sumatra Utara

- Riau

- Kepulauan Riau

- Bengkulu

- Lampung

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Selatan

- Laut Natuna

- Selat Karimata

- Laut Jawa

- Jawa Barat

- Jawa Tengah

- Jawa Timur

- Samudra Hindia Selatan Jawa

- Sulawesi Selatan

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Tengah

- Gorontalo

- Papua

"Oleh karena itu BMKG terus mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi, untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di puncak musim hujan, demi mewujudkan keselamatan dalam layanan penerbangan," kata Guswanto.

Baca juga: 4 Fakta Dinamika Atmosfer Sebelum Pesawat Sriwijaya SJ182 Jatuh

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.