Kompas.com - 06/01/2021, 20:02 WIB
Instrumen ilmiah, LTES yang diintegrasikan pada pesawat ruang angkasa Lucy dalam misi luar angkasa NASA pertama ke asteroid Trojan. Perangkat ini dikembangkan oleh para peneliti di Arizona State University (ASU), Amerika Serikat. NASA/ASUInstrumen ilmiah, LTES yang diintegrasikan pada pesawat ruang angkasa Lucy dalam misi luar angkasa NASA pertama ke asteroid Trojan. Perangkat ini dikembangkan oleh para peneliti di Arizona State University (ASU), Amerika Serikat.


KOMPAS.com- Misi pertama badan antariksa Amerika Serikat (NASA) di asteroid Trojan yang rencananya akan diluncurkan pada tahun 2021 ini.

Selangkah lebih dekat, peluncuran misi Lucy dari NASA turut membawa L'TES (Lucy Thermal Emission Spectrometer).

Instrumen ilmiah ini berhasil diintegrasikan ke dalam pesawat ruang angkasa yang akan menuju asteroid Trojan.

"Memiliki dua dari tiga instrumen yang diintegrasikan ke pesawat ruang angkasa adalah tonggak sejarah yang menarik," kata Donya Douglas-Bradshaw, manajer proyek Lucy di NASA's Goddard Space Flight Center Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat, dikutip dari Phys, Rabu (6/1/2021).

Lucy akan menjadi misi luar angkasa pertama yang mempelajari asteroid Trojan.

Baca juga: Fenomena Langit Januari 2021 Ada 7 Asteroid hingga Hujan Meteor Quadrantids

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Asteroid Trojan adalah sisa blok pembangun planet luar Tata Surya yang mengorbit Matahari dalam dua kelompok lepas, dengan satu kelompok di depan Jupiter di jalurnya, yang lain mengikuti di belakang, dilansir dari NASA.

Asteroid ini berkelompok di sekitar dua titik Lagrange yang berjarak sama dari Matahari dan Jupiter, Trojan distabilkan oleh Matahari dan planet terbesarnya dalam aksi penyeimbangan gravitasi.

Misi ini mengambil nama dari nenek moyang manusia yang menjadi fosil, yang disebut Lucy oleh para penemunya. Fosil tersebut memiliki kerangka yang telah memberikan wawasan unik tentang evolusi manusia.

Sejalan dengan nama tersebut, misi Lucy juga akan merevolusi pengetahuan kita tentang asal usul planet dan kelahiran Tata Surya pada lebih dari 4 miliar tahun yang lalu.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Asteroid antara Mars-Jupiter Bernilai 10 Juta Triliun Dollar AS

 

Halaman:


Sumber PHYSORG,NASA
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.