Kompas.com - 06/01/2021, 07:05 WIB
Banjir menggenangi kawasan permukiman dan perekonomian di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2015). Jakarta menghadapi masalah penurunan muka tanah. Kondisi itu diperparah oleh semakin minimnya daerah resapan air yang diganti dengan hunian dan gedung-gedung pencakar langit. KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYATBanjir menggenangi kawasan permukiman dan perekonomian di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2015). Jakarta menghadapi masalah penurunan muka tanah. Kondisi itu diperparah oleh semakin minimnya daerah resapan air yang diganti dengan hunian dan gedung-gedung pencakar langit.

KOMPAS.com - Sebuah analisis baru menunjukkan bahwa penurunan muka tanah dapat memengaruhi 8 persen permukaan tanah global serta 19 persen populasi dalam beberapa tahun mendatang.

Penurunan tanah dipicu oleh beberapa hal, salah satunya adalah proses berkurangnya jumlah air tanah yang menyebabkan penurunan sebagian besar tanah secara bertahap selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun.

Penurunan muka tanah ini efeknya cukup merusak area yang terkena dampak, termasuk akan mengakibatkan adanya peningkatan risiko banjir, retakan, serta merusak bangunan dan infrastruktur.

Baca juga: [VIDEO] Permukaan Tanah Turun, Permukiman di Jakarta Utara Terendam Air Laut

Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan, peneliti melakukan studi terkait dengan penurunan permukaan tanah.

Seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (5/1/2021) studi yang dipublikasikan di Science tersebut dilakukan dengan tinjauan literatur sistematik skala besar penurunan permukaan tanah di seluruh dunia.

Hasilnya, peneliti menemukan penurunan muka tanah yang disebabkan berkurangnya air tanah terjadi di 200 lokasi di lebih dari 34 negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu wilayah yang mengalami penurunan muka tanah tertinggi di dunia adalah Meksiko. Area tersebut mengalami penurunan tanah sebanyak 30 sentimeter per tahun.

Sementara itu Iran memiliki beberapa kota yang paling cepat tenggelam dengan penurunan hingga 25 sentimeter setahun.

Selain itu, studi juga menyebut kalau Jakarta termasuk wilayah lain yang mengalami penurunan tanah yang parah.

Baca juga: Uji Kesuburan Tanah di Mars, Ahli Lakukan Simulasi Bercocok Tanam

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.