8 Tips agar Cepat Hamil bagi Wanita, Menurut Sains

Kompas.com - 04/01/2021, 19:06 WIB
Ilustrasi hamil HoneyrikoIlustrasi hamil

KOMPAS.com - Memahami kesehatan tubuh, khususnya siklus menstruasi, berpengaruh besar terhadap kemungkinan seorang wanita untuk bisa hamil.

Hal ini diungkapkan oleh Dr Mary Ellen Pavone, seorang pakar endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Northwestern Medicine, Chicago, Amerika Serikat.

Dilansir dari artikel Live Science, berikut adalah delapan tips untuk meningkatkan kemungkinan Anda bisa hamil.

1. Mencatat frekuensi siklus menstruasi

Pavone berkata bahwa seorang wanita yang ingin segera hamil harus memonitor durasi waktu antara hari pertama menstruasinya dari bulan ke bulan berikutnya. Apakah durasi tersebut cenderung sama (reguler) atau tidak?

Baca juga: Berapa Berat Badan Ideal untuk Ibu Hamil? Ini Kata Dokter

Pasalnya, dengan mengetahui siklus menstruasinya, seorang wanita bisa memperhitungkan masa suburnya atau kapan dia berovulasi (waktu ketika ovari melepaskan telur) dan memperhitungkan waktu untuk berhubungan yang paling optimal.

Untuk diketahui, telur hanya subur selama 12-24 jam setelah dilepaskan, sementara itu sperma pria bisa bertahan di dalam tubuh perempuan hingga lima hari.

2. Memonitor ovulasi

Lantas bagaimana bila siklus menstruasi Anda tidak reguler? Metode lainnya adalah dengan memonitor ovulasi menggunakan alat tes masa subur, seperti ovulation test pack.

American Pregnancy Association menyarankan pasangan yang ingin segera punya momongan untuk berhubungan tiga hari setelah ovulation test pack menunjukkan hasil positif.

Cara lain untuk memprediksikan ovulasi adalah dengan mengamati cairan serviks di vagina. Pasalnya, jumlah cairan ini meningkat dan menjadi lebih tipis dan licin pada masa sebelum ovulasi atau ketika wanita paling subur.

Baca juga: Terkait Cryptic Pregnancy, Bagaimana Tes Kehamilan Negatif tapi Hamil?

3. Berhubungan setiap dua hari selama masa subur

Menurut American Society for Reproductive Medicine, jendela kesuburan seorang wanita berlangsung selama enam hari, yakni lima hari sebelum ovulasi dan satu hari setelahnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Waspadai Immunosenescence pada Lansia, Bisa Sebabkan Penurunan Respons pada Vaksinasi

Waspadai Immunosenescence pada Lansia, Bisa Sebabkan Penurunan Respons pada Vaksinasi

Oh Begitu
Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Fenomena
5 Alasan Lansia Indonesia Tak Perlu Ragu Terima Vaksin Covid-19

5 Alasan Lansia Indonesia Tak Perlu Ragu Terima Vaksin Covid-19

Oh Begitu
Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar

Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar

Kita
Peneliti Sebut Obesitas Jadi Prediktor Kunci Kematian akibat Covid-19

Peneliti Sebut Obesitas Jadi Prediktor Kunci Kematian akibat Covid-19

Oh Begitu
Nyeri Punggung Jadi Gejala Baru Virus Corona, Diyakini Ini Penyebabnya

Nyeri Punggung Jadi Gejala Baru Virus Corona, Diyakini Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Varian Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Vaksin Masih Efektif

Varian Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Vaksin Masih Efektif

Kita
Lebih dari 20.000 Gempa Guncang Islandia, Picu Gunung Berapi Meletus

Lebih dari 20.000 Gempa Guncang Islandia, Picu Gunung Berapi Meletus

Fenomena
Bukan Cuma Covid-19, Indra Penciuman Berkaitan Erat dengan Kesehatan

Bukan Cuma Covid-19, Indra Penciuman Berkaitan Erat dengan Kesehatan

Kita
Benarkah Suplemen Daya Tahan Tubuh Membantu Meningkatkan Imunitas? Ahli Jelaskan

Benarkah Suplemen Daya Tahan Tubuh Membantu Meningkatkan Imunitas? Ahli Jelaskan

Oh Begitu
Waspadai, 4 Efek Samping Diet Rendah Kalori yang Cepat Turunkan Berat Badan

Waspadai, 4 Efek Samping Diet Rendah Kalori yang Cepat Turunkan Berat Badan

Oh Begitu
Data Uji Obat Covid-19 Oral Farmasi Jerman Beri Hasil Menjanjikan

Data Uji Obat Covid-19 Oral Farmasi Jerman Beri Hasil Menjanjikan

Oh Begitu
Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 di Indonesia, dari Penyebaran, Gejala, hingga Pencegahannya

Fakta Mutasi Virus Corona B.1.1.7 di Indonesia, dari Penyebaran, Gejala, hingga Pencegahannya

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Cara Hindari Varian Baru Virus Corona | 3 Tren Diet yang Harus Dihindari

[POPULER SAINS] Cara Hindari Varian Baru Virus Corona | 3 Tren Diet yang Harus Dihindari

Oh Begitu
komentar
Close Ads X