Minyak Zaitun Vs Minyak Kelapa, Mana Lebih Sehat?

Kompas.com - 04/01/2021, 09:05 WIB
Ilustrasi minyak zaitun berwarna terang. PIXABAY/STEVE BUISSINNEIlustrasi minyak zaitun berwarna terang.


KOMPAS.com - Selain mengonsumsi banyak buah, sayuran segar, biji-bijian, ikan, dan kacang-kacangan, pemilihan minyak juga sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Selama ini, minyak zaitun dan minyak kelapa diyakini baik untuk kesehatan jantung. Benarkah demikian? Jika harus memilih, mana yang lebih baik di antara keduanya?

Jika melihat sekilas label nutrisinya, Anda mungkin mengira bahwa kedua jenis minyak ini sangat mirip.

Baca juga: Minyak Goreng Curah Dilarang, Pilih Alternatifnya yang Lebih Sehat

Ahli diet terdaftar Kate Patton, MEd, RD, CSSD, LD menjelaskan, baik minyak zaitun dan minyak kelapa memiliki jumlah kalori (120 per sendok makan) dan gram lemak (14 per sendok makan) yang hampir sama. Tapi yang harus diingat, tidak semua lemak diciptakan sama.

Menguraikan jenis lemak dalam kedua minyak ini memberikan gambaran yang lebih baik, tentang mengapa minyak zaitun adalah makanan pokok Mediterania, yang dianggap sebagai makanan paling sehat untuk jantung, sedangkan minyak kelapa tidak.

Lemak tak jenuh

Saat menambahkan minyak zaitun extra virgin pada salad, Anda akan mendapatkan sebagian besar lemak tak jenuh – atau yang biasa dikenal dengan lemak baik atau sehat. Jenis lemak yang juga akan Anda dapatkan ketika makan alpukat dan kacang-kacangan.

Penelitian telah mengaitkan konsumsi lemak tak jenuh dengan manfaatnya bagi jantung, termasuk beberapa perlindungan terhadap peradangan, menurunkan kadar LDL (atau kolesterol jahat), hingga menurunkan tekanan darah.

Ada dua jenis lemak tak jenuh, yaitu lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Minyak zaitun sebagian besar mengandung lemak tak jenuh tunggal.

Lemak tak jenuh ganda - yang mencakup omega-3 dan asam lemak omega-6 tertentu - juga bermanfaat bagi jantung. Anda akan menemukannya pada ikan, kenari, dan biji rami.

Lemak jenuh

Sementara itu, minyak kelapa jauh lebih tinggi lemak jenuhnya - satu sendok makan mengandung sekitar 13 gram lemak jenuh, dibandingkan dengan 1 gram minyak zaitun.

Lemak jenuh tak bermanfaat untuk kesehatan jantung. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa hal itu dapat berkontribusi pada peningkatan kolesterol, yang mana ini juga berisiko meningkatkan penyakit jantung.

Tapi, beberapa orang berpendapat bahwa lemak jenuh juga telah terbukti meningkatkan kolesterol HDL (baik), yang menjaga rasio kadar kolesterol yang tepat. Meski masih diperlukan lebih banyak penelitian.

"Kami tidak merekomendasikan untuk sepenuhnya menghindari lemak jenuh, tetapi kami merekomendasikan untuk menggantinya dengan lemak tak jenuh tunggal atau tak jenuh ganda, jika memungkinkan," kata Patton.

Baca juga: 4 Cara Salah Pemakaian Minyak Zaitun

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat

Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia, BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat

Fenomena
Serba-serbi Hewan: Bisakah Hewan Melahirkan Anak Kembar?

Serba-serbi Hewan: Bisakah Hewan Melahirkan Anak Kembar?

Oh Begitu
80 Persen Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Cegah Covid-19 Parah

80 Persen Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Cegah Covid-19 Parah

Oh Begitu
Serangga Ini Pura-pura Mati hingga 1 Jam, untuk Apa?

Serangga Ini Pura-pura Mati hingga 1 Jam, untuk Apa?

Fenomena
Vaksin AstraZeneca Terbuat dari Adenovirus Simpanse, Apa Itu?

Vaksin AstraZeneca Terbuat dari Adenovirus Simpanse, Apa Itu?

Oh Begitu
Untuk Pertama Kali, Astronom Temukan Aktivitas Tektonik di Eksoplanet

Untuk Pertama Kali, Astronom Temukan Aktivitas Tektonik di Eksoplanet

Oh Begitu
Foto Viral Kuda Nil Taman Safari Diberi Makan Botol Plastik, Ahli: Bisa Sebabkan Kematian

Foto Viral Kuda Nil Taman Safari Diberi Makan Botol Plastik, Ahli: Bisa Sebabkan Kematian

Oh Begitu
Nikmati Selagi Bisa, Tingkat Oksigen di Bumi Turun Drastis 1 Miliar Tahun Lagi

Nikmati Selagi Bisa, Tingkat Oksigen di Bumi Turun Drastis 1 Miliar Tahun Lagi

Oh Begitu
Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Perbedaan Vaksin AstraZeneca Vs Sinovac

Baru Tiba di Indonesia, Ini 6 Perbedaan Vaksin AstraZeneca Vs Sinovac

Oh Begitu
Penggundulan Hutan untuk Sawit Turun 58 Persen pada 2020, Kok Bisa?

Penggundulan Hutan untuk Sawit Turun 58 Persen pada 2020, Kok Bisa?

Fenomena
Terapi Ini bisa Bantu Pulihkan Anosmia Pasien Covid-19

Terapi Ini bisa Bantu Pulihkan Anosmia Pasien Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Ghosting Disebut Psikolog Kurang Ajar | Nyeri Punggung Gejala Baru Covid-19

[POPULER SAINS] Ghosting Disebut Psikolog Kurang Ajar | Nyeri Punggung Gejala Baru Covid-19

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Waspadai Immunosenescence pada Lansia, Bisa Sebabkan Penurunan Respons pada Vaksinasi

Waspadai Immunosenescence pada Lansia, Bisa Sebabkan Penurunan Respons pada Vaksinasi

Oh Begitu
Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Fenomena
komentar
Close Ads X