Kompas.com - 30/12/2020, 18:02 WIB
Kurangi sampah plastik, Gelaran Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019  di Alun-alun Salatiga, Jumat (22/8/2019) gunakan air galon isi ulang untuk minum masyarakat, DOK. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahKurangi sampah plastik, Gelaran Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 di Alun-alun Salatiga, Jumat (22/8/2019) gunakan air galon isi ulang untuk minum masyarakat,


KOMPAS.com- Masalah sampah plastik terus menjadi ancaman lingkungan bagi planet ini. Termasuk penggunaan galon sekali pakai yang akan turut andil dalam pencemaran lingkungan.

Dalam konferensi pers daring yang digelar Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) bertajuk Gerakan Tolak Sekali Pakai 2020, Selasa (29/12/2020), diselenggarakan sebagai upaya untuk menggalang petisi tolak galon sekali pakai untuk menghentikan produksi galon tersebut.

Penggunaan galon sekali pakai kian digencarkan oleh salah satu produk air minum kemasan.

Hal ini mengundang reaksi publik, sebab kehadiran galon sekali pakai akan semakin berdampak buruk bagi lingkungan.

Baca juga: Dilema Galon Air Sekali Pakai, Ahli Minta Pemerintah Tegur Produsen

 

Direktur Eksekutif GIDKP Tiza Mafira mengatakan perusahaan juga bertanggung jawab dan harus berperan aktif untuk mengurangi sampah plastik, serta menghindari memanfaatkan situasi pandemi untuk menyebarkan ketakutan terhadap kemasan guna ulang.

"Ada ratusan petisi untuk menolak kemasan sekali pakai lainnya. Jadi jelas masyarakat menginginkan perubahan di kemasan sekali pakai ini," kata Tiza.

Gerakan #TolakSekaliPakai terhadap penggunaan galon sekali pakai yang berpotensi meningkatkan pencemaran lingkungan juga didukung berbagai organisasi.

Baca juga: Sampah Plastik Ancam Keberadaan Hutan Mangrove Jawa

 

Juru kampanye urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi mengatakan sangat penting mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk galon sekali pakai.

Sebab, hal itu sesuai dengan aturan hukum yang mengatur tentang tanggung jawab industri atas permasalahan sampah plastik, salah satunya dengan pengelolaan daur ulang.

Akan tetapi, kata Atha, penerapan aturan tersebut hingga saat ini masih sangat kurang.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Rahasia Alam Semesta: Berapa Berat Badan Manusia di Planet Lain?

Oh Begitu
Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Pahami Cara Mencegah Bau Mulut Saat Puasa dan Penyebabnya

Oh Begitu
Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Terkuak, Manusia Purba Bikin Lukisan di Gua Sambil Berhalusinasi

Fenomena
Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Daftar Wilayah Waspada Gelombang Tinggi 6 Meter akibat Siklon Tropis Surigae

Oh Begitu
komentar
Close Ads X