Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/12/2020, 16:15 WIB


KOMPAS.com- Gempa bumi tektonik bermagnitudo M 5,4 hari ini, Senin (28/12/2020) terjadi di wilayah Teluk Tomini pada pukul 14.31 WIB, getaran terasa hingga Manado.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 0,2 LS dan 124,61 BT.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno MSi dalam keterangan tertulisnya menyebutkan lokasi tepatnya gempa bumi ini terjadi di laut pada jarak 90 km arah Tenggara Kota Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara pada kedalaman 10 km.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 6,3 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Terasa dengan Skala IV MMI

 

Bambang berkata, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," kata dia.

Kendati lokasi gempa bumi ini berada di laut, tetapi hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hanya saja, ternyata guncangan gempa bumi ini dirasakan di beberapa daerah sekitar lokasi tersebut.

 

 

Seperti di daerah Kotamobagu, Banggai Laut dan Luwuk, getaran guncangan gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

Sementara itu, guncangan juga dirasakan di daerah Modayag Boltim, Lolak Bolmong, Manado, Bitung, Sumalata, Gorontalo dan Taliabu dengan skala intensitas II MMI.

Untuk diketahui, skala intensitas getaran II MMI ini pada umumnya akan dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda yang digantung bergoyang.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," ujarnya.   

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Teluk Tomini, 2 Kali Susulan

 

Terkait susulan, hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.55 WIB, Senin (28/12/2020), belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Namun, Bambang mengingatkan agar masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu (terkait gempa bumi) yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Manusia Lebih Ceria Saat Hari Cerah?

Benarkah Manusia Lebih Ceria Saat Hari Cerah?

Oh Begitu
Di Mana Tempat Terdingin di Alam Semesta?

Di Mana Tempat Terdingin di Alam Semesta?

Fenomena
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

Oh Begitu
Benarkah Campak Lebih Menular daripada Covid-19?

Benarkah Campak Lebih Menular daripada Covid-19?

Kita
Kenapa Anjing Sangat Setia pada Manusia?

Kenapa Anjing Sangat Setia pada Manusia?

Oh Begitu
Apa yang Membuat Anjing Menjadi Agresif?

Apa yang Membuat Anjing Menjadi Agresif?

Oh Begitu
Mengapa Ada Banyak Aturan dalam Hidup Anak-anak?

Mengapa Ada Banyak Aturan dalam Hidup Anak-anak?

Prof Cilik
5 Hewan Paling Panjang Umur, Ada yang Lebih dari 10.000 Tahun

5 Hewan Paling Panjang Umur, Ada yang Lebih dari 10.000 Tahun

Oh Begitu
Mengenal Katak Wolverine, Mampu Patahkan Tulang untuk Membuat Cakar

Mengenal Katak Wolverine, Mampu Patahkan Tulang untuk Membuat Cakar

Oh Begitu
Benarkah Kucing Bisa Bermimpi Saat Tidur?

Benarkah Kucing Bisa Bermimpi Saat Tidur?

Oh Begitu
Mengenal Misophonia, Ketika Suara Mengunyah Sebabkan Gangguan Emosi

Mengenal Misophonia, Ketika Suara Mengunyah Sebabkan Gangguan Emosi

Oh Begitu
Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Makan Daging?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Makan Daging?

Kita
Apakah Anjing Bisa Tersenyum?

Apakah Anjing Bisa Tersenyum?

Oh Begitu
Obesitas pada Anak Balita, Apakah Perlu Diet?

Obesitas pada Anak Balita, Apakah Perlu Diet?

Kita
Mengapa Ban Berwarna Hitam?

Mengapa Ban Berwarna Hitam?

Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+