Kernowite, Mineral Baru yang Terkandung dalam Batu Berusia 220 Tahun

Kompas.com - 27/12/2020, 20:00 WIB
Mineral bernama kernowite, ditemukan pada batu yang ditambang 220 tahun lalu. Kernowite memiliki warna unik, hijau tua. Trustees of the Natural History Museum, London via BBC IndonesiaMineral bernama kernowite, ditemukan pada batu yang ditambang 220 tahun lalu. Kernowite memiliki warna unik, hijau tua.

KOMPAS.com - Jenis mineral baru yang luar biasa ditemukan oleh para ilmuwan yang menganalisis batu yang ditambang di Cornwall, Inggris selatan, sekitar 220 tahun tahun lalu.

Mineral hijau tua itu dinamakan kernowite. Nama ini diambil dari kata Kernow, dialek yang digunakan di Cornwall.

Kelompok ilmuwan yang dipimpin oleh pakar mineral Natural History Museum (NHM), London, Mike Rumsey, menemukan mineral itu saat meneliti batu yang diambil dari tambang Wheal Gorland di St Day.

Baca juga: Sisa Mineral Batuan di Kanada Utara ini Ungkap Keberadaan Benua Kuno

Selama berabad-abad, para pakar percaya bahwa mineral hijau itu adalah variasi mineral lain, liroconite.

Namun Rumsey dan timnya menemukan bahwa mineral ini memiliki komposisi kimia yang berbeda.

Batu biru liroconite sangat mahal harganya dan diburu oleh kolektor di seluruh dunia.

Sebagian besar jenis batu itu ditemukan di tambang Wheal Gorland.

Cornwall memiliki sejarah tambang dan mendapat predikat dari Unesco sebagai peninggalan dunia. Wilayah Inggris selatan ini dikenal dengan temuan mineralnya.

Rumsey selaku kurator mineral di NHM London mengatakan bahwa batu hasil tambang yang berusia lebih dari 100 tahun, di mana masa itu para penambang masih aktif.

"Jadi temuan mineral baru dari Cornwall, khususnya yang satu ini, sangat luar biasa," kata Rumsey.

"Bayangkan saja, berapa banyak pakar geologi dan kolektor yang menjelajahi kawasan itu selama berabad-abad untuk mencari mineral. Dan luar biasa pada 2020, kami bisa menambah satu jenis mineral baru," tambahnya.

Keterangan tentang mineral baru ini telah disepakati oleh badan mineral International Mineralogical Association dan jenis baru ini akan diterbitkan di Mineralogical Magazine tahun depan.

Baca juga: Mineral Langka di Great Salt Lake di Utah Mirip di Planet Mars

Rumsey mengatakan sebagian besar liroconite ditambang dari Wheal Gorland.

Untuk diketahui, tambang Wheal Gorland digunakan antara 1790 hingga 1909, tapi sekarang sudah hancur.

"Ada perumahan di bekas tambang itu dan tak ada lagi apa-apa di sana," tambahnya.

"Apa yang kita dapatkan dari temuan ini adalah semacam kapsul waktu, yang dapat memberikan informasi dari temuan ratusan tahun lalu," kata Rumsey.

"Sampel ini disimpan di museum dan itu berarti kita selalu dapat melakukan penelitian karena kita tidak bisa lagi menggali mineral di tambang itu," tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X