Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/12/2020, 19:05 WIB
Shierine Wangsa Wibawa

Penulis

Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Keluar darah seperti haid padahal tidak sedang menstruasi patut untuk dicurigai. Hal inilah yang dialami oleh Sheilla, seorang pembaca Kompas.com, yang kemudian menanyakannya ke rubrik Halo Prof!:

"Halo Prof, saya Sheilla usia 28 tahun mempunyai anak sepasang. Saya sudah menggunakan IUD selama 1,3 tahun. Empat hari ini saya mencoba olahraga senam zumba, aerobik, dan workout selama 15-30 menit.

Namun, dari hari pertama saya mencoba olahraga, keluar flek darah dan gumpalan darah seperti saat haid. Padahal jadwal haid saya biasanya setiap awal bulan, Prof.

Apakah penyebab keluarnya flek dan gumpalan darah ini dikarenakan penggunaan IUD? Berbahayakah jika saya tetap berolahraga selalu keluar flek darah seperti itu, Prof? Olahraga apa yang aman untuk kasus pengguna IUD seperti saya, Prof?"

Baca juga: Halo Prof! Mengapa Saya Sering Keluar Darah Haid Saat Olahraga?

Pertanyaan ini dijawab langsung oleh dr. Andry, Sp.OG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya. Berikut paparannya:

Halo Ibu Sheilla, terima kasih atas pertanyaannya, ya.

Keluar flek dan gumpalan darah dapat disebabkan oleh gangguan hormon, polip (pertumbuhan jaringan abnormal pada selaput lendir rahim), mioma (tumor jinak yang tumbuh di rahim), maupun posisi IUD (intrauterine device, alat kontrasepsi dalam rahim) yang bergeser.

Angka kejadian ekspulsi atau bergesernya IUD dalam rahim adalah sekitar 3-5 persen. Penyebab terjadinya pergeseran posisi IUD ini antara lain karena adanya kelainan pada rahim, jumlah flow (aliran) menstruasi, aktivitas fisik berlebih, atau posisi IUD yang kurang pas pada saat pemasangan.

Baca juga: 7 Alasan Memilih Kontrasepsi IUD

Mengenai berbahaya atau tidaknya keluar flek darah saat berolahraga, sebaiknya Ibu segera konsultasi langsung ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebab hal tersebut dan memastikan posisi IUD Ibu, apakah masih dalam keadaan baik, atau perlu diperbaiki.

Sebaiknya Ibu berkonsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mengecek IUD setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali ya, Bu.

Olahraga yang aman untuk kasus pengguna IUD seperti Ibu adalah olahraga low impact, seperti jogging dan bersepeda. Hindari olahraga high impact seperti zumba, aerobik, atau olahraga yang banyak melakukan gerakan melompat.

Semoga jawabannya membantu, Bu. Terima kasih.\

dr. Andry, Sp.OG

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan

RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Punya pertanyaan terkait kesehatan yang membuat Anda penasaran? Kirimkan pertanyaan Anda ke haloprof17@gmail.com untuk dijawab oleh ahlinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com