Kompas.com - 24/12/2020, 08:01 WIB
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan pada Maret 2021. ANTARA FOTO/Jojon/rwa. ANTARA FOTO/JOJONPetugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan pada Maret 2021. ANTARA FOTO/Jojon/rwa.

Itu sebabnya, kata dia, sejak pandemi Covid-19 ini merebak, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya mencari tahu asal mula virus corona yang menjadi pandemi ini.

"Oktober 2019 saya pernah diundang pemerintah China untuk bicara tentang mencegah pandemi. Saat itu, saya memaparkan tentang potensi pandemi coronavirus (virus corona)," ungkap Dicky.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan bahwa sejumlah literatur ilmiah telah mencatat tentang adanya potensi pandemi tersebut.

Sebulan kemudian, pandemi virus corona itu muncul, dengan turunan virus yang sama, namun baru yang kini dikenal sebagai SARS-CoV-2 penyebab pandemi penyakit Covid-19.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Ini Strategi Vaksinasi Menuju Herd Immunity

 

"Literatur sudah mengingatkan. Sebagaimana kembali saya ingatkan saat ini, bahwa akan ada pandemi lain yang jauh lebih hebat daripada Covid-19. Mungkin saja itu sudah tidak terlalu lama, karena sekarang kita sudah masuk dalam era pandemi," ungkap Dicky.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan kemungkinan adanya potensi tersebut, kata Dicky, ini artinya kita harus bersiap-siap.

Dicky menyimpulkan bahwa tidak mudah dan sangat kompleks dalam upaya mengendalikan suatu pandemi.

"Oleh sebab itu, mencegah adanya pandemi jauh lebih baik. Sambil menunggu program vaksinasi berjalan, kita harus tetap melakukan upaya-upaya pengendalian pandemi," kata Dicky.

Baca juga: Presiden Umumkan Vaksin Covid-19 Gratis, BPOM Siap Rampungkan Skema Vaksinasi

 

Pengendalian pandemi dapat dilakukan antara lain dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta penerapan 3T yang meliputi testing, tracing dan treatment.

Apabila hal itu tidak dilakukan, pembatasan-pembatasan juga diabaikan, maka akan makin jauh dari keberhasilan program vaksinasi Covid-19.

"Contoh, pada tahun 2018, ebola gagal dikendalikan dengan program vaksinasi akibat negaranya dan penduduknya abai. Jadi, tidak akan ada negara yang bebas dari pandemi Covid-19, sampai semua negara benar-benar telah mengendalikan pandemi," jelas Dicky.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X