Perubahan Iklim Bikin Lumba-Lumba Kena Penyakit Misterius Mematikan

Kompas.com - 24/12/2020, 07:05 WIB
Kondisi lumba-lumba yang menderita penyakit misterius. sciencealertKondisi lumba-lumba yang menderita penyakit misterius.

KOMPAS.com -Lumba-lumba tengah berhadapan dengan penyakit misterius mematikan yang mengancam keberadaan spesies ini.

Penyakit misterius tersebut, pertama kali ditemukan pada lumba-lumba di dekat New Orleans setelah Badai Katrina pada 2005.

Penyakit menyerang ceracea pesisir di banyak bagian dunia, menghasilkan lesi parah yang dapat menutupi sebagian besar tubuh lumba-lumba.

Baca juga: Reptil Purba Mirip Persilangan Lumba-Lumba dan Hiu Hidup di Bumi 150 Juta Tahun Lalu

Penyebab pasti penyakit misterius ini tak pernah diketahui. Namun kini, berkat studi baru yang telah dipublikasikan dalam Scientific Reports , peneliti akhirnya mulai dapat mengurai mengenai kondisi yang diderita lumba-lumba itu.

Seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (23/12/2020) peneliti mengidentifikasi penyakit tersebut sebagai penyakit kulit air tawar.

Peneliti menyebut, jika perubahan lingkungan di habitat laut lumba-lumba yang terkait dengan perubahan iklim merupakan pemicunya.

" Penyakit kulit yang menghancurkan ini telah membunuh lumba-lumba sejak Badai Katrina dan kami senang akhirnya dapat menjelaskan masalahnya," kata Padraig Duignan, kepala ahli patologi Pusat Mamalia Laut di Sausalito, California.

Selain ditemukan di Amerika Serikat, penyakit pada lumba-lumba ini juga terjadi di Australia.

Pertama ditemukan pada lumba-lumba Burrunan (Tursiops australis) di Gippsland Lakes of Victoria pada 2007.

Sementara kasus kedua terjadi pada lumba-lumba hidung botol Indo Pasifik (T.aduncus) di Swan Canning System di Australia Barat.

Setelah dianalisis, kasus-kasus kematian lumba-lumba ternyata memiliki korelasi.

Penyakit kulit air tawar nampaknya terjadi setelah badai hebat seperti angin topan dan siklon.

Kejadian tersebut membuat sejumlah besar air tawar jatuh ke darat, mengalir ke sungai dan akhirnya menuju ke perairan pesisir.

Baca juga: Video Viral Lumba-lumba di Pulau Pramuka, Ahli: Tidak Aneh dan Berkah Pandemi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Stunting, Apa yang Dilakukan agar Tumbuh Kembang Membaik?

Anak Stunting, Apa yang Dilakukan agar Tumbuh Kembang Membaik?

Kita
8 Fakta Tsunami Selandia Baru, Dipicu Gempa M 8,1 hingga Daerah Rawan

8 Fakta Tsunami Selandia Baru, Dipicu Gempa M 8,1 hingga Daerah Rawan

Fenomena
Kamasutra Satwa: Simpanse Jantan Tak Segan Lakukan Kekerasan Seksual

Kamasutra Satwa: Simpanse Jantan Tak Segan Lakukan Kekerasan Seksual

Oh Begitu
WHO: Tidak Realistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

WHO: Tidak Realistis Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

Oh Begitu
Cegah Obesitas dengan Membaca Informasi Gizi pada Label Kemasan Makanan

Cegah Obesitas dengan Membaca Informasi Gizi pada Label Kemasan Makanan

Oh Begitu
Hiu Glow In the Dark Ditemukan di Perairan Selandia Baru

Hiu Glow In the Dark Ditemukan di Perairan Selandia Baru

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga | Apa Itu Gempa Megathrust?

[POPULER SAINS] Lukisan Perjamuan Terakhir Abad 16 Diyakini Potret Keluarga | Apa Itu Gempa Megathrust?

Oh Begitu
Ingin Lihat Merkurius dan Jupiter di Langit? Amati Besok Pagi Sebelum Matahari Terbit

Ingin Lihat Merkurius dan Jupiter di Langit? Amati Besok Pagi Sebelum Matahari Terbit

Oh Begitu
Benarkah Diet Ekstrem Bikin Kita Rentan Terinfeksi Covid-19? Ini Kata Ahli

Benarkah Diet Ekstrem Bikin Kita Rentan Terinfeksi Covid-19? Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Benarkah Nia Ramadhani Telmi karena Kurang Zat Besi? Ahli Jelaskan

Benarkah Nia Ramadhani Telmi karena Kurang Zat Besi? Ahli Jelaskan

Kita
Pandemi Covid-19 Picu Obesitas hingga Diabetes, Apa Hubungannya?

Pandemi Covid-19 Picu Obesitas hingga Diabetes, Apa Hubungannya?

Oh Begitu
Rumus BMI, Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh untuk Cegah Obesitas

Rumus BMI, Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh untuk Cegah Obesitas

Kita
Mulai Malam Ini, Oposisi Solar Vesta Tampak di Arah Timur Langit Indonesia

Mulai Malam Ini, Oposisi Solar Vesta Tampak di Arah Timur Langit Indonesia

Fenomena
Gangguan Mata Minus Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Kok Bisa?

Gangguan Mata Minus Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Kok Bisa?

Fenomena
Alasan Golongan Darah A Lebih Mungkin Terinfeksi Covid-19

Alasan Golongan Darah A Lebih Mungkin Terinfeksi Covid-19

Oh Begitu
komentar
Close Ads X