BMKG: Waspada 3 Penyebab Gelombang Ekstrem di Laut Natuna Utara

Kompas.com - 21/12/2020, 20:03 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi KOMPAS.com/ ROSYID ASZHARIlustrasi gelombang tinggi

KOMPAS.com - Hingga esok hari, sejumlah wilayah perairan Indonesia harus mewaspadai adanya potensi gelombang tinggi ekstrem di atas 6 meter.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi dalam dua hari ini, 21-22 Desember 2020.

Hasil analisis BMKG, gelombang tinggi kategori tinggi hingga ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

1. Bibit siklon tropis 94s

Berdasarkan pantauan BMKG, bibit siklon tropis 94S di Australia bagian utara memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi tinggi gelombang di beberapa wilayah.

Di antaranya adalah Perairan Pulau Sumba, Perairan Kupang hingga Pulau Rote, Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, dan Laut Arafuru bagian barat.

Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Cuaca, Waspadai Gelombang Tinggi 6 Meter di Laut Natuna

2. Bibit siklon tropis 99W

Bibit siklon tropis lainnya, yaitu berkode 99W di Laut Sulu juga memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi tinggi gelombang di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Laut Sulawesi, dan Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud.

3. Pola angin

Selain dari kedua bibit siklon tersebut, pola angin juga sangat berpengaruh terhadap peluang gelombang tinggi yang terjadi di pesisir dan perairan laut Indonesia saat ini.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut ke Timur Laut dengan kecepatan 5-25 knot.

Sedangkan, di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat Daya - Barat Laut dengan kecepatan 5-25 knot.

Sehingga, kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Timur.

Kondisi-kondisi inilah yang mengakibatkan tinggi gelombang mencapai kategori ekstrem, yaitu lebih dari 6 meter di sekitar wilayah tersebut dan perairan lainnya dalam dua hari ini.

Gelombang tinggi 1,25- 2,50 meter (kategori sedang)

- Selat Malaka

- Perairan utara Pulau Sabang

- Perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai

- Perairan Enggano hingga Bengkulu

- Perairan barat Lampung

- Samudra Hindia barat Sumatra

- Teluk Lampung bagian selatan

- Selat Sunda bagian barat dan selatan

- Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah

- Selat Bali - Lombok - Alas hingga Sape bagian selatan

- Selat Sumba

- Selat Ombai

- Laut Sawu bagian utara

- Perairan timur Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga

- Perairan utara Bangka Belitung

- Selat Karimata

- Selat Gelasa

- Perairan selatan Kalimantan hingga Kotabaru

- Perairan utara Jawa hingga Kepulauan Kangean

- Laut Jawa bagian barat

- Laut Bali

- Laut Sumbawa

- Selat Makassar

- Teluk Bone bagian selatan

- Perairan barat Sulawesi Selatan

- Perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar

- Laut Flores

- Laut Banda

- Perairan selatan Baubau hingga Kepulauan Wakatobi

- Perairan selatan Pulau Buru hingga Pulau Seram

- Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar

- Perairan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru

- Laut Arafuru bagian tengah dan timur

- Laut Sulawesi

- Perairan Kepulauan Sitaro

- Perairan Bitung hingga Likupang

- Perairan selatan Sulawesi Utara

- Laut Maluku

- Perairan utara Kepulauan Banggai hingga Sula

- Laut Halmahera

- Perairan Kepulauan Halmahera

- Perairan utara Papua barat hingga Papua

Gelombang tinggi 2,50- 4,0 meter (kategori tinggi)

- Laut Natuna

- Laut Jawa bagian tengah dan timur

- Perairan selatan Jawa Timur hingga Pulau Sumba

- Perairan Kupang hingga Pulau Rotte

- Laut Sawu bagian selatan

- Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur

- Laut Arafuru bagian barat

- Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud

- Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua

Baca juga: Mesin Kode Zaman Perang Dunia II Milik Nazi Ditemukan di Laut Baltik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X