Kompas.com - 17/12/2020, 19:45 WIB
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. AFP/NICOLAS ASFOURISatu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020.

KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Indonesia beberapa waktu lalu. Namun saat ini vaksin tersebut masih diobservasi untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Hasil observasi ini nantinya akan menjadi dasar Badan POM (Badan Pengawas obat dan Makanan) untuk mengeluarkan emergency use of authorization (UEA) atau izin edar penggunaan vaksin dalam kondisi darurat.

Proses evaluasi yang dijalankan Badan POM, merujuk pada regulasi dan standar internasional, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.

Baca juga: 8 Fakta soal Vaksin Covid-19 Sinovac, Isi Vaksin hingga Masa Kedaluwarsa

“Kami tidak membuat aturan sendiri. Badan POM mengikuti standar dan regulasi yang sudah menjadi komitmen bersama secara internasional,” kata Kepala Badan POM Dr Ir Penny K Lukito MCP dalam Keterangan Pers Juru Bicara Pemerintah Covid-19.

Tak ada efek samping kritikal

Penny mengungkap, Badan POM bersama MUI, Bio Farma, dan Kemenkes juga telah melakukan kunjungan ke China untuk memastikan langsung bahwa dari segi mutu, vaksin Sinovac sudah memenuhi standar produksi obat yang baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini menurutnya, tidak ada efek samping yang kritikal. Namun, masih perlu menunggu efektivitas vaksin Sinovac tersebut.

“Untuk mengetahui ini, sampel darah yang diambil akan dianalisa di laboratorium untuk dilihat seberapa besar vaksin itu memberi efektivitas terhadap peningkatan antibodi. Ada standarnya. Dilihat juga kemampuannya menetralisir virus yang masuk ke tubuh kita,” jelas Penny.

Analisa tersebut tentu membutuhkan waktu yang tak sebentar. Badan POM memastikan tak akan mengeluarkan EUA, sebelum hasil evaluasi terkait efikasi vaksin terbukti manfaatnya.

Apalagi, izin edar penggunaan vaksin dalam kondisi darurat atau EUA oleh BPOM juga diukur melalui penyuntikan kedua pada subjek atau relawan (partisipan).

“Setelah disuntik, subjek kembali ke masyarakat, kemudian proses evaluasinya akan dihitung dalam waktu 3 bulan dan 6 bulan, dengan melihat apakah ada kasus yang terjadi di masyarakat. Untuk EUA bisa dilihat dalam 3 bulan,” ujarnya.

Baca juga: Berapa Harga Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia? Ini Penjelasan Kemenkes

Ilustrasi vaksin Covid-19 (SHUTTERSTOCK/solarseven) Ilustrasi vaksin Covid-19

Penny menegaskan, Badan POM hanya akan mengeluarkan izin edar penggunaan vaksin dalam kondisi darurat atau EUA, jika data terkait mutu, keamanan, dan khasiat sudah lengkap. Meski masih harus menunggu beberapa waktu.

“Ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang hanya ingin memberikan vaksin bermutu, berkhasiat, dan aman untuk masyarakat,” pungkasnya.

Meski demikian, para ahli mengingatkan, bahwa adanya vaksin bukan berarti akhir dari Covid-19.

Penelitian lebih lanjut terkait perlindungan yang bisa diberikan vaksin Covid-19 masih terus perlu dilakukan. 

Sehingga, disiplin menerapkan protokol kesehatan 3 M (Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3 T (Tracing, testing, dan treatment) tetap menjadi garda terdepan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Sinovac Sudah Bisa Dipesan? Ini Penjelasan Bio Farma

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.