Kompas.com - 16/12/2020, 07:02 WIB
Foto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 bersiap menurunkan peti di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 bersiap menurunkan peti di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19.


KOMPAS.com- Tenaga medis dan kesehatan di Indonesia yang meninggal dunia akibat infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bertambah.

Data terbaru per tanggal 15 Desember 2020, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) total terkini petugas kesehatan atau tenaga medis yang meninggal karena Covid-19 berjumlah 363 orang.

Rincian total angka kematian tenaga medis tersebut adalah 202 dokter, 15 dokter gigi dan 146 perawat.

Para dokter yang meninggal dunia tersebut terdiri dari 107 dokter umum (4 guru besar), 92 dokter spesialis (7 guru besar), 2 residen dan 1 dalam verifikasi yang keseluruhan berasal dari 24 IDI wilayah provinsi dan 92 IDI cabang kota/kabupaten.

Untuk mengatasi persoalan transmisi Covid-19 yang bisa berakibat pada kematian ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh semua elemen masyarakat.

Baca juga: IDI: 363 Tenaga Medis Meninggal karena Covid-19, Pilkada Picu Peningkatan Penularan

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

1. Testing

Dr Adib Khumaidi SpOT dari Tim Mitigasi PB IDI mengatakan, kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan ini merupakan salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita Covid-19 baik yang dirawat maupun kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang baru saja selesai juga menjadi potensi fluktuasi naiknya penularan Covid-19 ini.

"Kami mengimbau masyarakat dan kepala daerah serta pendukungnya untuk menghindari proses aktivitas yang melibatkan berkerumunnya massa," kata dia.

"Dan bagi setiap orang untuk memeriksakan kesehatannya apabila terdapat gejala, dan melakukan testing (rapid atau PCR test) meskipun juga tanpa gejala," imbuhnya.

Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis.Shutterstock/Eldar Nurkovic Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis.

2. Tingkatkan upaya preventif (protokol kesehatan)

Tim mitigasi IDI berharap agar para pemimpin daerah yang terpilih untuk memprioritaskan penanganan pandemi Covid-19 dengan meningkatkan upaya preventif dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan seraya melindungi para tenaga medis dan kesehatan.

Upaya preventif atau pencegahan ini jelas berkaitan erat dengan pelaksanaan secara maksimal protokol kesehatan.

Masyarakat diminta jangan terlalu berbesar hati dan tidak mau melaksanakan protokol kesehatan dengan dalih pemerintah sudah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac.

Baca juga: 342 Tenaga Medis Meninggal karena Covid-19, IDI: Bukan Hoaks dan Konspirasi

 

Adib menegaskan, tingginya lonjakan pasien Covid-19, serta angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan kepada kita semua untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan 3M.

Di antaranya yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan.

Sebab, dengan mengabaikan protokol kesehatan, maka Anda tidak hanya mengorbankan keselamatan diri sendiri. Namun juga keluarga dan orang terdekat, termasuk orang di sekitar Anda.

Baca juga: Pengusiran Tenaga Medis, Pfizer dan Habitat Berikan Bantuan Tempat Singgah Sementara

 

3. Jaga kebersihan gigi dan imunitas

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr Drg Sri Hananto Seno SpBM(K) mengimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan gigi dan mulutnya untuk menghindari penularan Covid-19.

"Selain menjaga imunitas tubuh, perlu diperhatikan juga kebersihan mulut dan gigi terutama mengingat penularan utama Covid-19 adalah melalui droplet atau cairan dari mulut," ujar dokter Seno.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X